Jumat, 27 April 2018 | 08:46
Untitled-3 copy

Jalan Waigete-Blidit Rusak Parah

RUAS Jalan Waigete-Blidit sepanjang lima kilometer rusak parah. Jalan tersebut dibangun tanpa bangunan pelengkap (drainase) dan tanggul pengaman, sehingga saat hujan dan banjir menggerus bagian sisi kiri kanan jalan tersebut. Akibatnya, jalan tersebut berlubang, bahkan aspal pada badan jalan nyaris hilang tergerus.

 
Pantauan VN, Rabu (22/4), ruas jalan yang menghubungkan Kecamatan Waigete dan Kecamatan Mapitara tersebut, dari pertigaan ruas jalan negera Maumere-Larantuka sampai ke perkampungan Blidit, terlihat rusak parah. Para pengendara kendaraan roda, roda empat, dan enam yang melintasi jalan tersebut ektra hati hati, karena rawan kecelakaan.

 
Sentus, warga Blidit yang berprofesi sebagai tukang ojek yang di pertigaan jalan menuju Kampung Blidit mengatakan, jalan tersebut sudah lama sekali tidak mendapat perhatian dari pemerintah untuk diperbaiki. Padahal, jalan tersebut adalah salah satu jalan alternatif menuju Kecamatan Mapitara.

 
Menurut Sentus, di wilayah Blidit ada banyak tempat rekreasi seperti air terjun Blidit, sumber air panas Blidit, serta Bendungan Blidit yang selama ini sering dikunjungi warga Kota Maumere terutama pada akhir pekan atau pada hari hari libur lainnya.

 
Terpisah, Kepala Desa Egon Lukas Lero mengatakan, jalan ke perkampungan Blidit tersebut rusak parah. Menurut Lukas, jalan tersebut dibangun pada tahun 1990 dari dana bantuan Bank Dunia. Usiannya sudah 15 tahun lebih, tapi belum pernah ada perbaikan dari pemerintah.

 
Ia mengakui sejak dibukanya jalan tersebut, banyak warga Kecamatan Mapitara yang turun di Pasar Waigete pada setiap hari Kamis untuk menjual berbagai hasil pertanian dan hasil komoditi milik mereka.

 
Ia berharap kepada pemerintah dan DPRD Sikka untuk memperhatikan jalan tersebut, selain karena rawan kecelakaan, jalan tersebut adalah jalan satu satunya yang menghubungkan Kecamatan Waigete dan Kecamatan Mapitara. (nus/R-3)

Baca Juga :

Komentar Anda

avatar

wpDiscuz