Jumat, 27 April 2018 | 08:43
16

Jalan Salib Diwarnai Tangisan

RATUSAN umat Paroki Santo Antonius Padua Sasi-Kefamenanu mengikuti jalan salib memperingati perayaan Jumat Agung. Upacara jalan salib tersebut digelar dengan Tablo (drama kolosal) perjalanan sengsara Yesus Kristus yang diperankan oleh siswa-siswi SMAK Fides Querens Intelectum Kefamenanu. Dengan upacara jalan salib tersebut, umat Allah diarahkan untuk memaknai kesengsaraan dan pengorbanan Yesus Kristus di kayu salib.

 
Pantauan VN, Jumat (3/4) sekitar pukul 06.30 Wita, ribuan umat Paroki Santo Antonius Padua Kefamenanu nampak memadati pelataran Gedung DPRD TTU yang merupakan lokasi awal dimulainya jalan salib. Seluruh umat terlihat larut dalam kisah sengsara Yesus Kristus, sehingga banyak yang sesengukan dan meneteskan air mata.

 

Sutradara Tablo Meo Mikhael mengatakan, pegelaran Tablo dalam perayaan Jumat Agung dilakukan agar umat semakin menghayati dan memaknai kesengsaraan Yesus Kristus sebagai jalan untuk menyelamatkan seluruh umat manusia. Dengan adanya Tablo, umat semakin terarah untuk meresapi setiap perhentian jalan salib dan mengambil hikmah dalam kehidupannya sebagai umat kristiani.

 
“Tablo ini digelar pada Jumat Agung agar umat semakin memaknai kesengsaraan Yesus Kristus, sehingga pada saat perayaan Kebangkitan Tuhan, umat pun dapat memulai hidup baru dengan memaknai dan meneladani cara hidup Yesus,” ujarnya.

 

Kepala Sekolah SMAK Fides Querens Intelectum Kefamenanu, Pater Jose Nitcae mengatakan dewasa ini, umat menjadikan pribadi Yesus Kristus hanya sebagai tokoh idola, tanpa memaknai teladan dan sikap hidup Yesus. Dalam kehidupan sehari-hari, banyak umat yang tak lagi memperjuangkan kebenaran, kesetiaan dan cinta kasih seperti yang telah diajarkan oleh Yesus Kristus.

 
Sementara itu, Pastor Paroki Santo Antonius Padua Sasi-Kefamenanu Pater Titus dalam khotbahnya pada perayaan Minggu Paskah mengatakan, kebangkitan Yesus Kristus dari kematian hendaknya menjadi dasar semangat bagi umat untuk bangkit dari sikap egoisme, kebencian, kemalasan dan sikap-sikap negatif lainnya. Sengsara, wafat dan kebangkitan Kristus hendaknya membawa kehidupan baru bagi semua umat kristiani.

 
“Kita harus bangkit bersama Kristus dan memperbarui diri agar menjadi pribadi yang lebih baik dari hari kemarin. Sikap kita pun harus senantiasa meneladani ajaran cinta kasih Yesus Kristus,” ujarnya. (gus/R-3)

Baca Juga :

Komentar Anda

avatar

wpDiscuz