Minggu, 22 April 2018 | 18:19
FOTO HAL REGIONAL 140415 SIKKA 2 copy

Jalan Lingkungan di Hewuli dan Wuring Rusak Parah

RUAS jalan lingkungan di Kelurahan Hewuli dan Kelurahan Wuring, Kecamatan Alok Barat rusak parah. Ruas jalan yang duhulunya beraspal sekarang berlobang dan kembali menjadi jalan berbatu seperti sebelum jalan tersebut dikerjakan. Hal tersebut sangat menyulitkan bagi pengendara kendaraan yang masuk di lokasi tersebut.

 
Disaksikan VN, Senin (13/4), mobil para pejabat yang hendak berkunjung ke wilayah relokasi pengungsi, kesulitan mencari jalan masuk.  Selain jalan tersebut sempit dan berbatu, juga berlobang akibat tergerus banjir saat hujan. Kondisi tersebut sangat rawan kecelakaan.

 
Rabat beton di beberapa titik di wilayah Kelurahan Hewuli, yang dibangun dengan dana PNPM Mandiri Pedesaan dan dari dana PNPM P2KP Tahun Anggaran 2013 dan 2014, saat ini mulai rusak. Pembangunan jalan rabat tersebut di atas batu besar, sehingga permukaan jalan tidak rata.

 
Hal ini disebabkan pelaksanaan pembangunan jalan rabat beton tersebut secara manual dilaksanakan secara swadaya oleh masyarakat. Siprianus Moa, warga RT 14, Kelurahan Hewuli, kepada VN menyampaikan, jalan aspal yang dibangun pemerintah di wilayah tersebut sejak tahun 1988.

 

Hingga saat ini, pemerintah belum memperhatikan perbaikan jalan lingkungan di wilayah Kelurahan Hewuli. Bahkan, di beberapa titik jalan di Kelurahan Wuring sudah seperti jalan perkerasan. “Jalan lapen ini sejak dibangun tahun 1988 sampai sekarang belum ada perawatan. Sehingga sudah kembali menjadi jalan tanah.

 

Ada beberapa titik yang rabat itu kami dapat program PNPM, dan yang kerja kami sendiri, sehingga hasilnya tidak maksimal,” kata Siprianus yang dibenarkan warga lainnya.
Ia berharap kondisi semakin ramainya perumahan di wilayah Kelurahan Wuring dan Kelurahan Hewuli, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sikka lebih memberikan perhatian bagi jalan lingkungan di wilayah itu, karena merupakan salah satu etalase kota Maumere.

 
“Kelurahan Hewuli dan Wuring termasuk wilayah Kota Maumere, apalagi ada penambahan ratusan rumah pengungsi membuat semakin padat. Wilayah ini sudah menjadi kota benaran,,” kata Siprianus.

Terpisah, anggota DPRD Sikka asal PDIP Yoseph Ambrosius, yang berdomisisl di Keluarahan Wolomarang menyampaikan agar Pemkab memperhatikan setiap jalan lingkungan dalam Kota Maumere termasuk di beberapa Keluarahan di Wilayah Kecamatan Alok Barat. “Tahun ini, ada pekerjaan di beberapa titik. Kita berharap selama lima tahun ke depan pemerintah dapat memperhatikan setiap jalan dalam kota, kata Ambrosius. (nus/R-3)

Baca Juga :

Komentar Anda

avatar

wpDiscuz