Sabtu, 21 April 2018 | 19:27
24

Jalan Lingkar Luar Maumere Jebol

JALAN lingkar luar (ring road) Kota Maumere, Kabupaten Sikka yang dikerjakan dengan dana APBN Tahun Anggaran 2012 lalu, saat ini mulai rusak. Selain itu di beberapa titik, drainasenya tidak berfungsi maksimal. Jebolnya jalan lingkar luar tersebut, sangat rawan kecelakaan lalulintas, terutama pada malam hari karena hingga saat ini tidak memiliki fasilitas penerangan jalan.

 
Disaksikan VN, Selasa (31/3), sebuah lubang besar berdiameter kurang lebih enam meter dengan kedalaman 1,5 meter di salah satu sisi jalur lingkar luar. Jebol yang letaknya tidak jauh dari perempatan jalan strategis nasional Maumere-Ende.

 
Anggota Komisi II DPRD Sikka Faustinus Vasco kepada VN menyampaikan, pemerintah segera menangani kerusakan di jalan lingkar luar tersebut. Selain agar tidak bertambah parah kerusakannya, juga untuk menghindari kecelakaan lalulintas yang akan menimbulkan korban material ataupun korban jiwa.

 
Ia menjelaskan, ambruknya jalan lingkar luar tersebut menunjukkan bahwa kualitas pekerjaan yang rendah, baik dari tahap penimbunanan agregat dan pemadatan, dilakukan tidak maksimal. Sehingga, dengan struktur tanah yang labil menimbulkan patahan, setelah jalan tersebut dimanfaatkan dan dilalui kendaraan.

 
Menurut Vasco, pemerintah perlu melihat track record rekanan dalam mengerjakan pekerjaan tahun sebelumnya, untuk dijadikan pegangan dalam memberi pekerjaan kepada para kontraktor.
“Pekerjaan jalan lingkar luar Kota Maumere tahun 2012 itu, rusak karena diduga  agregat yang digunakan tidak masuk spek.

 

Selain itu, pemadatannya kurang maksimal, sehingga badan jalan turun, dan terjadi patahan pada badan jalan tersebut. Saat pemadatan agregat harusnya, agregat disiram sampai basah lalu digilas terus begitu sampai pada batasnya baru dilakukan pengaspalan. Tapi yang terjadi, tumpuk agregat belum sampai pada batas lalu dipadatkan sekalian, sehingga tidak maksimal,” kata Vasco.
Terpisah, Satker PPK 15 Balai Jalan NTT Herman Rohi menjelaskan,  patahan tersebut akibat adanya keretakan pada drainasi sehingga air menggerus sisi jalan yang menimbulkan tanah turun dan terjadi patahan. Ia berjanji dalam waktu dekat akan dilakukan perbaikan drainase dan penimbunan kembali yang lubang tersebut.

 
“Kita akan segera perbaiki drainase yang pecah, dan kita akan timbun kembali agar kerusakan tidak melebar. Selain itu, struktur tanahnya yang labil yang membuat rongga di sisi jalan yang dekat dengan drainase,” kata Herman Rohi. (R-3)

Baca Juga :

Komentar Anda

avatar

wpDiscuz