Minggu, 22 April 2018 | 18:22
47

Jalan Lewoleba – Pada Rusak Parah

MARAKNYA penambangan bahan galian golongan C di daerah aliran sungai (DAS) Waikomo, Kelurahan Lewoleba Barat, Kecamatan Nubatukan, Kabupaten Lembata, mengakibatkan ruas jalan Lewoleba – Pada terancam putus.

 
Selain akibat penambangan galian C, kerusakan juga diakibatkan tidak dibangun bangunan pendukung seperti drainase. Sehingga, ketika musim hujan, limpasan banjir melewati bahu dan badan jalan, sehingga menggerus secara perlahan ruas jalan tersebut.

 
Pantauan VN, Senin (27/4), pada beberapa segmen ruas jalan tersebut, sudah tampaknya seperti kubangan yang berbentuk kolam. Hal ini menyulitkan para pengendara roda dua maupun roda empat yang melintasi ruas jalan tersebut.

 
Hengky Keraf salah seorang warga Kota Baru, Kelurahan Lewoleba Selatan, Kecamatan Nubatukan yang melintasi ruas jalan tersebut mengaku kesal dengan kondisi ruas jalan yang sungguh memprihatinkan ini.  Menurutnya, longsor yang terjadi pada ruas jalan ini, sudah di biarkan sekian lama tanpa ada upaya perbaikan.

 

Padahal, ruas jalan ini menjadi salah satu akses transportasi menuju beberapa pusat perekonomian masyarakat setempat seperti, Pasar Pada dan Pelabuhan Fery Waijarang. Selain itu, akses transportasi ini juga menghubungkan kota Lewoleba dengan beberapa destinasi wisata di Desa Waijarang.

 
Ia sungguh menyayangkan sikap pemerintah yang terkesan apatis dan tidak punya kepedulian dalam memperhatikan infrasturktur dalam Kota Lewoleba termasuk akses menuju seluruh wialaya di Kabupaten Lembata. Ia juga mengkritisi, kebijakan pemerintah setempat menjadikan pariwisata sebagai Leading sektor. Sementara kondisi akses trasnportasi menuju destinasi wisata, masih jauh dari harapan.

Panggil Dinas ESDM Ketua DPRD Kabupaten Lembata Ferdinandus Koda yang dikonfirmasi melalui telepon selulernya mengatakan, dana emergensi yang berhasil disaving melalui APBD Tahun Anggaran 2014 mencapai Rp 4 miliar. Dana tersebut telah dioptimalkan untuk menangani kerusakan beberapa ruas jalan, di antaranya ruas jalan Ile Lewotolok Kecamatan Ile Ape dan beberapa ruas jalan di Kecamatan Atadei.

 
Terkait kerusakan yang terjadi pada ruas trans Pada, kata Ferdinandus, DPRD akan memanggil Dinas Energi Sumber daya dan Mineral (ESDM), agar meminta perusahaan yang melakukan penambangan secara liar di aeral DAS Waikomo, untuk memperbaiki kerusakan yang terjadi. Sebab, penambangan liar pada areal DAS Waikomo itu yang menyebabkan terjadinya longsor pada ruas jalan tersebut. (ten/R-3)

Baca Juga :

Komentar Anda

avatar

wpDiscuz