Sabtu, 21 April 2018 | 19:37
12

Jalan dalam Kota semakin Gelap

PEMERINTAH Kota (Pemkot) Kupang diminta memperhatikan kondisi lampu jalan yang ada di sejumlah ruas jalan protokol. Karena, lampu-lampu jalan yang sudah terpasang tersebut tak lagi menyala pada malam hari. Akibatnya, banyak ruas jalan di dalam kota yang gelap gulita pada malam hari.

 
Pantauan VN, di jalur Jalan El Tari, sejak dari Pos Lantas Polres Kupang Kota hingga ujung Jalan El Tari samping Polda NTT, lampu jalan yang menyala tidak lebih dari lima titik lampu.  Padahal, di dua sisi Jalan El Tari, telah dipasang begitu banyak lampu jalan yang hanya berjarak lebih kurang lima meter.

 
Herman Bolla, warga Kota Kupang kepada VN, Selasa (31/3) mengakui, Pemkot telah berupaya untuk memasang lampu jalan dihampir semua ruas jalan yang ada di Kota Kupang. Yang terakhir adalah melalui program lima titik lampu di setiap kelurahan.

 
Hanya saja, kata dia, pemerintah juga harus memperhatikan pemeliharaan lampu-lampu tersebut secara rutin. Karena jika tidak, setelah dipasang, akan banyak lampu jalan yang berdiri tegak tanpa manfaat karena tidak menyala saat malam hari.

 
Dikatakannya, di jalur Jalan El Tari, saat lampu jalan menggunakan arus listrik dari PLN begitu terang benderang sampai pagi. Namun, saat ini sangat gelap jika melintasi jalan tersebut. Padahal, lampu jalan yang dipasang di dua sisi jalan itu begitu banyak tapi tidak bermanfaat.

 
Kepala Bagian Umum Sekretariat Kota Kupang Jhoni Bire, saat ditemui VN di ruang kerjanya kemarin mengakui, masih banyak lampu jalan yang rusak yang merupakan pengadaan tahun 2005-2010. Lampu jalan yang menggunakan tenaga surya, katanya, harus secara rutin diperbaiki atau diganti accu atau batereinya. Jika tidak rutin diganti, maka menyebabkan lampu tidak menyala.

 
Selain itu, kata dia, lampu dengan sistem surya ini juga tak dapat efektif jika sudah ditutupi rimbunnya pohon. Sehingga, harus rutin dibersihkan dahan-dahan pohon yang sudah tumbuh dan menutupinya. “Tapi ada juga lampu jalan yang mati karena accu atau batereinya dicuri orang. Padahal kita sudah pindahkan ke atas ketinggian tapi mereka gunakan truk dan tangga untuk ambil. Ini tentu ulah orang-orang yang paham,” katanya.

 
Untuk itu, katanya, tahun ini pemerintah sudah menganggarkan dana perbaikan sebesar Rp 3 miliar yang akan digunakan untuk membeli 1.000 accu agar dapat memperbaiki 500 titik lampu jalan yang rusak dan tidak menyala.

 
Saat ini, kata Bire, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK)-nya sudah ditetapkan dan telah dilakukan survei harga. Diperkirakan harga accu jenis Verla seharga Rp 2,3 juta sampai 2,5 juta di Jakarta. Setelah survei harga, saat ini prosesnya sudah masuk di ULP, dan diperkirakan sudah dapat dilelang setelah Paskah. (lia/S-1)

Baca Juga :

Komentar Anda

avatar

wpDiscuz