Sabtu, 21 April 2018 | 19:20
FOTO HAL 11 PANEN JAGUNG 170415 copy

Jagung TTS Bisa Menjawab Kebutuhan Nasional

POTENSI jagung di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) bisa menjawab kebutuhan nasional, apabila dikembangkan secara baik dengan pendampingan terhadap para petani. Selain itu, butuh pembenahan pasar untuk memasarkan jagung, sebab hasil panen setiap tahun menunjukkan peningkatan produksi jagung.

 
Demikian disampaikan Bupati TTS Paul V R Mella saat memanen jagung di Kebun Pengembangan Produk Unggulan Kabupaten (Prukab) yang dibiayai oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Kamis(16/4), di Desa Oeekam, Kecamatan Amanuban Timur.

 

Menurutnya, dari hasil panen di Kebun Prukab sangat baik. Karena itu, perlu dikembangkan lagi untuk bisa meningkat pendapatan masyarakat di Kabupaten TTS. “Untuk sementara telah direncanakan di 10 kecamatan untuk pengembangan jagung. Potensi ini kita akan kembangkan lebih luas di kecamatan lain, karena dengan hasil panen ini membuktikan bahwa ada potensi jagung di wilaya TTS,” katanya.

 
Dia mengakui, yang perlu diperbaiki ke depan adalah pasar untuk memasarkan jagung, karena selama ini, ada jagung, tapi pasar masih sulit.  “Jika pasar ini sudah mantap,
Kabupaten TTS juga bisa penuhi permintaan jagung nasional,” ucapnya.

 

Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Perternakan, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian Bess Tiesnamurti yang hadir pada kesempatan itu mengatakan bahwa kebutuhan jagung nasional belum terpenuhi, sehingga masih membutuhkan impor jagung. “Kebutuhan jagung nasional tinggi, tapi dalam negeri tidak bisa memenuhi permintaan itu.

 

Selain itu, pengelolaan jagung di Indonesia belum seperti pengelolaan di luar negeri yakni minyak jagung, jus, dan bahan bakar. Padahal potensi jagung dalam negeri sangat luar biasa,” ungkapnya. Dia juga meminta agar masyarakat TTS jangan puas dengan jagung yang dipanen setiap tahun.

 

Harus terus ditingkatkan, karena tidak menutup kemungkinan, TTS bisa sebagai kabupaten yang menghasilkan jagung untuk kebutuhan nasional. Kepala BPPTP NTT Amirudin Pohan di hadapan para petani mengatakan, sistem penanaman jagung harus juga dipraktikkan oleh masyarakat.

 
Untuk itu, butuh pendampingan dari para penyuluh. Wakil Ketua II DPRD Kabupaten TTS Alex Kase meminta Pemkab TTS untuk mengupayakan pasar jagung bagi para petani. Jagung TTS bisa meningkatkan ekonomi masyarakat. Acara Panen itu dihadiri juga oleh Dandim 1621/TTS Letkol Hagus Indaryanto. (C-1)

Baca Juga :

Komentar Anda

avatar

wpDiscuz