Jumat, 27 April 2018 | 08:36
52

Isi Waktu Luang dengan Bisnis Ayam Potong

USAHA pemerintah untuk membina para PNS menjadi seorang wirausahawan tidak harus mengikuti bimbingan teknis seperti yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi NTT, beberapa waktu lalu. PNS yang memiliki jiwa wirausaha langsung bisa memulainya.

 
Seperti yang dilakukan Mince Paji, seorang PNS yang mengembangkan usaha ayam potongnya di Jalan Gatot Subroto, Kelurahan Kambaniru, Kota Waingapu, Kabupaten Sumba Timur ini.
Sejak tahun 2014 lalu, Mince bersama sang suami bekerja sama mengembangkan usahanya ini sebagai usaha sampingan setelah pulang kantor.

 

“Usaha ini sebenarnya hanya isi waktu setelah pulang kantor, tetapi setahun terakhir mulai berjalan bagus, yah kita mulai serius mengembangkannya,” ujar PNS pada Dinas Pertambangan Kabupaten Sumba Timur ini kepada VN, Senin (27/4).

 
Ia mengisahkan, untuk mengembangkan usahanya tersebut, ia merogoh kocek awalnya sebesar Rp 1,7 juta untuk membeli 200 ekor bibit ayam pedaging.  Pasang surut merintis usahanya, ia nikmati sebagai bagian dalam mengembangkan bisni. “Kadang bibit ayam itu mati sehingga kita rugi. Tetapi saat ini sudah nyaman karena modal usaha itu sudah kembali.

 

Bahkan, setiap kali pasok saya bisa dapat keuntungan Rp 320 ribu di luar harga pasokan ayam dan makanan ayam seharga Rp 400 ribu per karung ukuran 50 kilogram,” ungkapnya.
Ia mematok harga ayam potong Rp 40 ribu per kilogram. “Jadi semakin berat, harganya juga semakin tinggi. Apalagi saat ini kami mengalami kesulitan dalam membeli pakan ayam tersebut,” tegasnya.

 
Keuntungan yang diperolehnya dikhususkan untuk membiayai anak-anaknya. Salah seorang pelanggan Bobi Paji menuturkan, harga ayam sesuai dengan kualitas daging ayamnya. “Kita tidak merasa rugi karena harganya sesuai dengan dagingnya. Kita sekeluarga sangat tertarik dengan ayam yang dijual ini. Meski PNS, ia sangat memperhatikan kualitas dalam beternak ayam potong,” pungkasnya. (rolyn pekaata/C-1)

Baca Juga :

Komentar Anda

avatar

wpDiscuz