Minggu, 22 April 2018 | 18:18
13

Ingin Melebihi Ayah

BUAH jatuh tidak jauh dari pohon. Pepatah itu tampaknya pas untuk menggambarkan keluarga petinju amatir PPLP Provinsi NTT Aris Leki. Putra kelahiran Lakafehan-Kabupaten Belu, 28 Oktober 1997 ini, ternyata mengikuti jejak ayahnya Yustus Leki yang juga mantan petinju.

 

Aris sapaan akrabnya berlatih sejak usia Sekolah Dasar dan dididik sendiri oleh ayahnya, karena, di rumah ayahnya membuka sasana tinju. Siswa SMA Muhamadiyah Kupang ini mempunyai keluarga yang istimewa, karena selain dirinya, kakaknya Jezen Leki dan adik perempuannya Jeni Leki juga mengikuti jejak sang ayah sebagai petinju.

 
Putra Dominggas Olo tersebut kini menghuni asrama PPLP NTT untuk dipersiapkan mewakili Provinsi NTT dalam berbagai event baik tingkat daerah, nasional, bahkan internasional. Event terdekat yang diikuti Aris adalah Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Tinju di Ternate, Provinsi Maluku Utara awal bulan Mei.

 

Hal ini membuatnya harus berpisah dengan keluarga tercinta di Atambua. Sebagai atlet, Aris sadar betul kondisi yang harus dialami itu dan kerasnya latihan yang harus dilakoni sebagai atlet, Namun itu semua dilakukan demi mengejar cita-citanya yakni meraih prestasi lebih tinggi dari orangtua.

 

Kedua orangtuanya selalu mendukungnya dan ayahnya selalu mengarahkannya untuk mencintai olahraga, tidak hanya mengajak ke lapangan saat berlatih, tapi juga membujuk untuk mau berlatih. “Ada saja cara ayah, mulai memaksa sampai dibujuk untuk mau berlatih,” ujarnya.
Perjuangan ayahnya berhasil, sehingga kini Aris dibina di asrama PPLP dan segudang prestasi telah diraihnya. Di antaranya, juara I Bupati Cup Atambua, juara I Bupati Çup Kupang, juara I Kejurda Larantuka, juara I Menpora Cup di Kupang, juara II Kejurnas PPLP Ternate, Juara III Kejurnas Umum Banten, Juara II Kejurnas Senior Makassar, dan juara II Sarung Tinju Emas di Medan.

 
Cita-citanya yang belum tercapai adalah bertanding di SEA Games, dan jika ada kesempatan dirinya akan berusaha untuk mewujudkannya. Setelah masuk asrama PPLP kini dilatih oleh mantan petinju ternama NTT Hermensen Ballo.

 

Bagi Aris meski harus lelah berlatih dan kehilangan waktu bermain, dirinya tidak pernah menyesal menjadi atlet karena itu hobi. Dia bersyukur punya orangtua yang mantan atlet. Selain bakat yang menurun  kepada dirinya, Aris semakin terbantu dengan atmosfer latihan di PPLP NTT. (maria mamulak/S-1)

Baca Juga :

Komentar Anda

avatar

wpDiscuz