Sabtu, 21 April 2018 | 19:16
02

Indonesia di Ujung Tanduk

AMBISI tim nasional Indonesia U-22 untuk mengulang cerita indah timnas U-19 kala mengalahkan Korea Selatan pupus. Alih-alih memuaskan para penggemar sepak bola di Tanah Air, tim besutan Aji Santoso tersebut justru menjadi bulan-bulanan.

 
Dalam duel babak penyisih­an Grup H Kualifikasi Piala Asia U-23 yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, kemarin, tim ‘Garuda Muda’ dipaksa takluk 0-4. Dengan hasil tersebut, tim Taeguk Warriors dipastikan tampil sebagai juara Grup H dengan nilai sempurna 9 dari hasil tiga kali menang.

 
Korsel pun dipastikan lolos ke Piala Asia U-23. Sebaliknya, Indonesia harus puas finis sebagai runner-up dengan nilai 6 dari hasil dua kali menang dan sekali kalah. Memang posisi itu tidak serta-merta menutup peluang Evan Dimas dan kawan-kawan untuk lolos ke putaran final Piala Asia U-23 di Qatar pada 12-30 Januari 2016.

 

Namun, nasib mereka sangat ditentukan hasil pertandingan di grup lain untuk lolos lewat jalur runner-up terbaik. Sebanyak lima runner-up terbaik akan diambil dari 10 grup. Saat mengomentari kekalahan telak tersebut, Aji me-ngaku sangat menyesal. Mereka sebenarnya hanya butuh hasil imbang untuk mendam-pingi Korsel.

 

Meski begitu, ia tetap meng­apresiasi perjuangan para pemainnya. Menurut dia, setelah gol pertama Korsel yang berbau kontroversial, mental para pemainnya anjlok. “Mental para pemain menurun akibat gol pertama Korsel,” kata Aji selepas laga.

 
Para pemain Indonesia memang sempat memprotes gol pertama Korsel yang dicetak Jung Seunghyun (52’) kepada wasit Mohammed Abdulla Hassan. Mereka menilai salah seorang pemain Korsel meng­halangi pergerakan kiper M Natshir.

 
Namun, wasit tetap pada putusan untuk mengesahkan gol tersebut. Sementara itu, tiga gol Korsel lainnya dicetak Lee Chandong (71’), Kim Seungjun (83’), dan Lee Changmin (87’).
“Pertandingan tadi memang melelahkan. Sangat disayangkan kami kalah 0-4. Tetapi, saya menghargai kerja keras para pemain. Kami sedikit terpancing untuk menyerang pada babak kedua. Selain itu, konsentrasi para pemain juga menurun,” lanjut Aji.

 
Soal dimainkannya Evan Dimas, meski hanya sebagai pemain pengganti, Aji berkilah bahwa mereka membutuhkan pengalaman internasional mantan kapten timnas U-19 itu. Evan diturunkan Aji untuk menggantikan Adam Alis Setyano pada menit ke-69. Sayangnya, permainan Evan yang baru pulih dari cedera bahu jauh dari harapan.

 

 

Adaptasi cuaca Pelatih Korsel Shin Tae-yong mengaku puas dengan performa anak asuhnya. Setelah sempat mendapat perlawan­an sengit di babak pertama, mereka mampu membobol gawang tuan rumah empat gol di babak kedua.

 
“Pada babak pertama, kami bertahan dengan cuaca di sini. Namun, pada babak kedua, kami mulai terbiasa sehingga para pemain bisa bermain maksimal,” tukas Shin.  “Di pertandingan ini, saya pikir, para pemain kami menampilkan performa terbaik melawan tuan rumah Indonesia. Saya rasa, saya harus memberikan ucapan selamat kepada para pemain kami,” imbuhnya. (R-4)

Baca Juga :

Komentar Anda

avatar

wpDiscuz