Jumat, 20 April 2018 | 16:51
Untitled-1 copy

Hari ini Badrodin Dilantik sebagai Kapolri

KOMISARIS Jenderal (Komjen) Badrodin Haiti dijadwalkan dilantik oleh Presiden Joko Widodo sebagai Kapolri hari ini, Jumat (17/4) pagi. “Iya, (segera dilantik)
besok, tadi dari Setneg jam 09.00 WIB. Sudah selesai dari DPR dan Pak Badrodin sudah bisa dilantik,” ungkap Menkopolhukam Tedjo Edhy Purdijatno di Istana Negara,
Jakarta, Kamis (16/4).

 
Permasalahan selanjutnya, kata dia, adalah pengganti Badrodin sebagai Tri Brata II. Ia menjelaskan, itu bakal ditentukan lewat sidang Wanjakti dalam waktu dekat. Ia sendiri enggan membahas peluang Komjen Budi Gunawan sebagai Wakapolri.

 
DPR menyetujui pengangkatan calon Kapolri Komjen Badrodin Haiti melalui sidang paripurna yang dihadiri oleh 283 anggota, Kamis (16/4). Semua fraksi sepakat menerima Badrodin sebagai orang nomor satu di Korps Bhayangkara. Ketua DPR Setya Novanto berharap Presiden Jokowi segera melantik Badrodin sebagai Kapolri. “Secara de facto Badrodin sudah jadi Kapolri, tinggal secara de jure bisa dilantik oleh Presiden Jokowi,” katanya.

 
Ia meminta Presiden melantik Badrodin sebelum pelaksanaan Konferensi Asia Afrika. “Saya juga sudah hubungi Setneg untuk tindaklanjuti karena masalah ini ditunggu masyarakat dan ditunggu Polri agar bisa segera selesai,” jelasnya. Hal senada diutarakan Wakil Ketua DPR Fadli Zon.

 
Ia berharap Jokowi segera melantik Badrodin menjadi Kapolri. “Agar tidak terjadi kekosongan dan Polri bisa langsung bekerja full speed. Kita membutuhkan polisi yang kuat apalagi banyak event besar di depan mata,” ujarnya. 11 Program Prioritas Komjen Badrodin dalam fit and proper test membeberkan 11 program prioritasnya yang dilaksanakan bertahap, yakni 100 hari pertama, enam bulan (Juni-Desember 2015) dan enam bulan berikutnya di 2016 (Januari-Juni).

 
Ke-11 program prioritas tersebut antara lain penataan dalam pembinaan personel. Ini terkait dengan permasalahan antara Polri dan KPK yang mempengaruhi soliditas Polri.
Kedua, penataan kelembagaan dan meningkatkan budaya antikorupsi. Ketiga, peningkatan profesionalisme anggota Polri. “Harus dibangun secara konsisten karena banyak komplain akibat tindakan polri yang tidak profesional dalam penegakan hukum,” jelasnya.

 
Program prioritas lainnya adalah peningkatan kesejahteraan anggota polri dan pemenuhan sarana dan prasana. Salah satunya, lanjutnya, dengan meningkatkan gaji dan remunerasi. (mi/D-1)

Baca Juga :

Komentar Anda

avatar

wpDiscuz