Minggu, 22 April 2018 | 18:27
1

Hak Esthon Maju Pilwalkot

NIAT Esthon Foenay bakal maju dalam Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang (Pilwalkot) 2017 mendatang ditanggapi tenang Wali Kota Jonas Salean. Majunya Esthon adalah haknya sebagai warga Kota Kupang. Demikian dikatakan Jonas Salean menjawab VN usai pengresmian Pusat Kuliner Oebobo, Kamis (23/4).

 
Menurutnya, sebagai warga Kota Kupang, Esthon juga berhak untuk maju dalam Pilwakot. “Itu hak masing-masing. Biasa-biasa saja. Kalau Tuhan bilang Jonas kau hanya sampai di sini ya kita juga harus terima. Setiap warga negara punya hak yang sama untuk maju dan mencalonkan diri dalam Pilwalkot mendatang,” ujarnya.

 
Ia juga tetap komit untuk maju bersama Herman Man melanjutkan Paket Salam jilid II. Paket Salam juga sudah disampaikan kepada partai politik. “Saya tetap dengan Pak Herman. Saya sudah tawarkan ke partai, kalau mau kami, kami tetap maju,” katanya.

 
Ditanya partai apa saja yang sudah didekati, Salean akui belum terlalu jauh ke sana. Karena, Pilwalkot baru pada Februari 2017. Sehingga Oktober 2016 baru mulai diproses.
Partai juga memiliki mekanisme sehingga harus diikuti juga mekanisme di internal partai.

 
Yeskiel Loudoe, Ketua DPC PDIP Kota Kupang mengatakan, PDIP sejauh ini belum menggelar rapat internal membahas pencalonan Wali Kota dan Wakil Wali Kota. Apalagi, untuk mengusung calon, proses penjaringannya harus dimulai dari pengurus ranting.

 
Secara pribadi, ia menilai bahwa pernyataan Jonas Salean tetap maju bersama Herman Man sah-sah saja. Hanya saja, namanya juga politik, semuanya bisa berubah di waktu mendatang. “Dalam politik semua bisa berubah. Bisa saja sekarang omong begitu, tapi nanti bisa juga berubah,” katanya.

 
Sementara Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Kota Kupang terpilih Selly Tokan Kamilus mengatakan, partai politik yang berhak mengajukan paket pasangan calon Wali Kota dan calon Wakil Wali Kota tentu saja berkeinginan untuk mengusung salah satu kader terbaik partai dalam pilkada. Karena itu, jika ada yang ingin menggunakan PDIP sebagai kendaraan politik dalam pilkada, tentu saja harus bisa menerima calon yang diajukan partai.

 

“Tidak bisa kita berikan kendaraan untuk penumpang dari luar semua. Minimal ada kader yang ikut menumpang kendaraan partai,” katanya. Menanggapi niat Jonas Salean yang akan maju menggunakan kendaraan politik PDIP, Selly Tokan mengatakan, partai siap menerima siapapun kader yang melamar.

 

Tetapi, tentu saja harus mengikuti mekanisme dan ketentuan di dalam partai. Tidak bisa partai memberikan begitu saja kendaraannya dikendarai kader dari luar. “Masa mau pakai kendaraan orang lalu datang dengan bawa paket, partai tentunya punya kader yang akan diusung juga,” katanya. (S-1)

Baca Juga :

Komentar Anda

avatar

wpDiscuz