Minggu, 22 April 2018 | 18:32
18

Gubernur Lebu Raya Dideadline

ELEMEN pemuda dan mahasiswa di NTT yang selama ini menggelar aksi “Sejuta Koin untuk RSUD WZ Johannes” memberi deadline kepada Gubernur NTT Frans Lebu Raya agar dalam tempo
12×24 jam mengambil langkah untuk segera mengisi jabatan Direktur RSUD tersebut yang lowong selama setahun lebih.

 
Deadline tersebut diberikan elemen pemuda-mahasiswa NTT melalui pokok-pokok pikiran dan pernyataan sikap yang ditandatangani Ketua DPD KNPI NTT Hermanus Th Boko, Ketua DPC GMKI Kupang Amos Aleksander Lafu, Ketua Korkom IMM UMK Rahmat Taufik, Ketua BEM Undana Umbu Nuku Hamba Ora, Ketua BEM PT Unwira Armindo Moniz Amaral, Ketua
(Demisioner) HMI Cabang Kupang Abdul Syukur Oumo, Ketua DPD Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah NTT Abdullah S Toda, Ketua BLM PT Undana Devidson Keba Lendi, dan Ketua IMATTU Maria da Silva Kolo.

 
Ada sejumlah tuntutan yang disampaikan elemen pemuda- mahasiswa dalam surat pernyataan sikapnya itu, di antaranya, pertama, menuntut Gubernur dalam tempo 12×24 jam mengambil langkah untuk mengisi jabatan Direktur RSUD Johannes. Kedua, menuntut Gubernur dan DPRD NTT merevisi Perda NTT Nomor 4 Tahun 2013 tentang Tarif Pelayanan Kesehatan di Kelas III RSUD WZ Johannes.

 
Ketiga, siap membantu Gubernur dan DPRD NTT merumuskan Perda tentang pelayanan kesehatan berbasis nurani dan segera melakukan pembenahan manajemen RSUD dengan kualitas layanan yang memperhatikan hajat hidup orang banyak. Keempat, menuntut Gubernur dan DPRD NTT mengevaluasi kinerja RSUD WZ Johannes dan BPJS NTT. Kelima, menuntut Kepala Dinas
Kesehatan NTT mengontrol dan mengevaluasi pelayanan kesehatan di RSUD Johannes.

 
Kelima, menuntut manajemen RSUD menyampaikan laporan pertanggungjawaban keuangan secara transparan kepada publik melalui media massa. Hermanus Boki yang dihubungi VN, Minggu (26/4) malam, mengatakan, surat pernyataan sikap itu sudah diserahkan kepada Gubernur melalui Biro Humas.

 
“Kalau ke RSUD kami rasa tidak perlu karena toh hanya Plt Direktur yang tidak punya kewenangan. Sedangkan ke DPRD NTT kami sudah sampaikanke pimpinan Dewan,” katanya. Dia menambahkan bahwa Aksi Sejuta Koin akan terus dilakukan sebagai salah satu bentuk kepedulian elemen pemuda-mahasiswa akan perlunya perbaikan kualitas pelayanan kesehatan di RSUD Johannes.

 
Para pemuda-mahasiswa, lanjutnya, mempertanyakan sikap Gubernur yang membiarkan  berlarut-larutnya persoalan di RSUD WZ Johannes. “Apakah Gubernur takut memutasi pejabat yang
berhalangan dengan alasan pertimbangan kemanusiaan sementara rakyat dibiarkan terus menderita. Sangat naif, jika Gubernur yang katanya pilihan rakyat lebih memilih membela pejabat daripada rakyatnya,” kata Boki.

 
Seleksi Direktur RSUD Sementara itu, Pansel Direktur RSUD WZ Johannes sejak pekan lalu sudah membuka pendaftaran, namun sampai Sabtu (25/4), belum ada pejabat yang melamar. Untuk posisi Karo Ekonomi yang juga turut dilelang bersamaan dengan jabatan Direktur RSUD, juga belum ada pelamar.

Baca Juga :

Komentar Anda

avatar

wpDiscuz