Jumat, 20 April 2018 | 17:00
Ketua Umum Partai Golkar, Aburizal Bakrie (kanan) berbincang dengan Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Agung Laksono
istimewa

Golkar Diminta Segera Gelar Munas

KETUA DPP Partai Golkar hasil Munas Ancol Melki Laka Lena menilai, baik Munas Ancol yang dipimpin Agung Laksono maupun hasil Munas Bali yang dipimpin Aburizal Bakrie, sama-sama tidak sah.

Hal itu disimpulkannya setelah melihat salinan lengkap putusan Mahkamah Agung terkait dualisme kepengurusan Partai Golkar.

Kepengurusan Golkar dikembalikan ke Munas Riau 2009 sehingga dia mendorong kedua kubu untuk segera menggelar Munas bersama. “Putusan MA harus disikapi dengan semangat kebersamaan baik di tingkat pusat sampai daerah sehingga masalah konflik internal cepat selesai dengan menyelenggarakan munas yang demokratis dan sesuai aturan yang berlaku,” kata Melki dalam keterangan tertulisnya, Minggu (25/10).

Dia berharap, tokoh senior Partai Golkar seperti Jusuf Kalla, Akbar Tanjung, dan Siswono Yudohusodo perlu segera turun tangan membantu penyelesaian kisruh internal Golkar tersebut.

Kedua kubu hasil munas Bali dan Ancol, juga sebaiknya membentuk tim untuk mencari penyelesaian secara organisasi dan komprehensif sehingga konflik Golkar bisa selesai segera selesai, dengan dibantu para tokoh senior partai.

“Kebesaran jiwa Pak Aburizal Bakrie dan Pak Agung Laksono serta semua pendukung dan simpatisannya sangat diharapkan untuk mendukung langkah penyelesaian secara organisasi demi masa depan Partai Golkar,” ujar Pengurus Departemen DPP Partai Golkar Munas Riau ini.

MA melalui putusannya Nomor: 490/TUN/2015 tahun 2015 yang dibacakan pada 20 Oktober lalu membatalkan putusan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Jakarta sehingga kembali ke putusan PTUN Jakarta, yang membatalkan SK Menkum dan HAM yang mengesahkan kepengurusan Golkar hasil Munas Jakarta.

Kepengurusan Golkar pun kembali ke hasil Munas Riau 2009 yang dipimpin Aburizal Bakrie dengan Idrus Marham sebagai sekretaris jenderal. Dalam kepengurusan tersebut, Agung Laksono menjabat sebagai wakil ketua umum.

“Putusan MA harus disikapi dengan semangat kebersamaan baik di tingkat Pusat sampai daerah sehingga konflik internal cepat selesai dengan menyelenggarakan munas yang demokratis dan sesuai aturan yang berlaku,” ujarnya.

Jusuf Kalla yang ditemui terpisah mengatakan, pasca-putusan MA, dirinya sudah bertemu Agung Laksono. Pekan ini, pihaknya juga akan bertemu Aburizal.

“Ya biasa lah, Pak Agung ingin menyampaikan, Ical juga saya ketemu nanti setelah pulang dari luar negeri. Jadi, dua-duanya saya temui,” katanya.
Tentang penyelesaian kisruh Golkar, JK menegaskan bahwa bukan dirinya yang akan menyelesaikan dan memutuskan, melainkan Agung dan Aburizal.

“Bukan saya yang memutuskan. Mereka lah berdua yang memutuskan,” tegasnya. (amy/mi/D-1)

Baca Juga :

Komentar Anda

avatar

wpDiscuz