Minggu, 22 April 2018 | 18:21
Untitled-2 copy

Gerindra Puji Pidato Jokowi

Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Ahmad Muzani memuji pidato Presiden JokoWidodo saat Konferensi Asia Afrika (KAA) ke-60. “Masing-masing orang punya gayanya. Apa yang disampaikan Jokowi tadi, cukup bagus dalam hal visi politik luar negeri Indonesia ke depan,” ujar Muzani di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (23/4).

 
Ia juga memuji pidato Presiden Joko Widodo yang mengkritik lembaga keuangan dunia. Pernyataan Jokowi itu menunjukkan bahwa Indonesia ingin mandiri secara finansial dan tak tergantung pada lembaga-lembaga tersebut. “Kami melihatnya sebagai sebuah visi Presiden, termasuk politik kita di luar negeri.

 
Kita kurangi ketergantungan kita pada lembaga internasional. Inilah ekonomi berdikari yang dijanjikan. Dulu kan Presiden menjanjikan berdikari. Tapi ya pidato itu harus
diimplementasi dengan kebijakan. Pola menteri juga harus mengikuti pola presiden. Bagaimana kita mengurangi ketergantungan itu,” jelasnya. Adapun sebelumnya, Jokowi mengkritik sejumlah lembaga internasional.

 
Selain PBB, Presiden juga mengkritik keberadaan dua lembaga keuangan dunia yang dianggap tidak membawa solusi bagi persoalan ekonomi global, yakni Bank Dunia dan IMF. “Pandangan yang mengatakan bahwa persoalan ekonomi dunia hanya dapat diselesaikan oleh World Bank, IMF, dan ADB adalah pandangan yang usang dan perlu
dibuang,” ujar Jokowi dalam pidatonya.

 
Jokowi berpendirian, pengelolaan ekonomi dunia tidak bisa diserahkan hanya pada tiga lembaga keuangan internasional itu. Menurut dia, negara-negara Asia dan Afrika wajib membangun tatanan ekonomi dunia baru yang terbuka bagi kekuatan-kekuatan dunia baru.

 
Dunia Harus Dengar Presiden Jokowi menegaskan bahwa keputusan yang dihasilkan dalam KAA akan didengar oleh dunia. Apalagi, KAA merupakan pertemuan antarnegara terbesar di luar PBB. “Suara-suara di pertemuan ini mewakili suara Asia dan Afrika. Dengan demikian, masyarakat dunia harus mendengarkan suara dan keputusan-keputusan yang sudah kami buat selama konferensi ini,” kata Jokowi dalam pidato penutupan KAA di Jakarta Convention Center, kemarin.

 
Selama dua hari penyelenggaraan pertemuan tingkat tinggi, negara-negara peserta KAA telah menghasilkan langkah-langkah konkret, di antaranya memperkuat dan memajukan tatanan dunia yang lebih damai dan adil; kerjasama saling menguntungkan; menjembatani kesenjangan pembangunan.

 
Selain itu, mewujudkan kemerdekaan Palestina, dan memastikan ketersediaan keuangan untuk pembangunan infrastruktur, antara lain melalui Infrastructure Asia Investment Bank. (mi/D-1)

Baca Juga :

Komentar Anda

avatar

wpDiscuz