Jumat, 27 April 2018 | 08:54
3

Gelar Perdana Angga/Ricky

PASANGAN ganda putra Angga Pratama/Ricky Karanda Suwardi sukses menuntaskan perjuangan di turnamen Singapura Open Super Series 2015 dengan gelar juara. Di babak final yang berlangsung di Singapore Indoor Stadium kemarin, Angga/Ricky menumbangkan pasangan Tiongkok Fu Haifeng/Zhang Nan dalam pertarungan ketat selama tiga gim dengan 21-15, 11-21, 21-14.

 
Bagi Angga/Ricky, itu gelar perdana sejak berpasangan tahun lalu. Gelar di nomor itu juga menjadi gelar satusatunya yang dapat diboyong Indonesia. Kesuksesan di Singapura membuktikan Angga/Ricky sudah masuk jajaran elite ganda putra dunia.

 

Sebelum menundukkan Fu/Zhang yang merupakan unggulan keenam, Angga/Ricky yang menempati peringkat 41 dunia menyingkirkan ganda nomor satu dunia asal Korea Selatan Lee Yongdae/ Yoo Yeon-seong di perempat final dan peringkat ketiga dunia asal Jepang Hiroyuki Endo/Kenichi Hayakawa di semifinal.

 
“Akhirnya pecah juga di Singapura. Grand prix sempat final, challenge juga final, tapi bisa langsung juara di super series. Alhamdulillah, kami sangat bersyukur. Hasil ini tak terduga bagi kami. Kami merasa sangat senang,” kata Ricky seperti dikutip Badminton. org. Menurut Ricky, salah satu kunci sukses meraih kemenangan di Singapura ialah tetap fokus menghadapi pertandingan.

 
“Mulai perempat final, semifinal, hingga final, saya fokus ke lapangan. Saya tidak memikirkan penonton atau hal lain. Saya hanya fokus di lapangan,” imbuh Ricky. Kegembiraan juga dilontarkan
Angga. Selain fokus menghadapi lawan, menurut Angga, kesabaran dalam meraih poin demi poin menjadi kunci kemenangan atas pasangan Tiongkok.

 
“Saya enggak percaya bisa menang, rasanya senang sekali. Gim pertama kami menang, tapi agak lengah dan kerap mati sendiri di gim kedua. Tapi di gim ketiga kami bisa kembali lagi,” kata Angga. Fokus Dalam menghadapi lawanyang lebih diunggulkan, Angga/ Ricky memang bermain lepas tanpa beban.

 

Hal tersebut membuat keduanya mampu mendikte permainan lawan di gim pertama. Kesalahan yang dilakukan Fu/Zhang membuat Angga/Ricky melaju cepat. Sejak unggul 11-4, Angga/Ricky
tidak lagi terkejar dan merebut gim pertama. Namun, di gim kedua, Fu/Zhang mampu bangkit dan balik menekan dan merebut gim kedua. Beruntung di gim ketiga, Angga/Ricky kembali menemukan irama permainan mereka.

 

Seperti di gim pertama, Angga/Ricky kembali memegang kendali permainan dan terus unggul hingga meraih kemenangan. “Kami belajar dari pengalaman sebelumnya. Di Swiss kami bertemu pasangan Tiongkok lainnya, banyak yang kami pelajari.

 

Dari kemarin di Malaysia kami sudah unggul terus, malah dibalik keadaannya. Kami belajar banyak dari pengalaman,” ungkap Ricky. Walau gagal merebut juara di ganda putra, Tiongkok sukses mendominasi Singapura Open 2015.

 

Para pemain bulu tangkis ‘Negeri Tirai Bambu’ tersebut membawa pulang tiga gelar, yakni di nomor tunggal putri melalui Sun Yu, Ou Dongni/ Xiaohan Yu di ganda putri, dan Zhang Nan/Zhao Yunlei di ganda campuran. Gelar tunggal putra direbut Kento Momota. Pemain Jepang yang menyingkirkan Simon Santoso di semifinal tersebut menundukkan pemain Tiongkok Hu Yun 20-22, 21-11, 21-14 di final. (R-2)

Baca Juga :

Komentar Anda

avatar

wpDiscuz