Jumat, 20 April 2018 | 17:04
15

Gagal Panen Ancam Kualin dan Amanuban Selatan

PETANI di dua kecamatan, yakni Kecamatan Kualin dan Kecamatan Amunuban Selatan terancam gagal panen.  Hal tersebut disampaikan Sekretaris Pansus DPRD Kabupaten TTS  David Boimau kepada VN, di ruang Komisi III DPRD Kabupaten TTS, Senin (20/4).

 

Menurutnya, sesuai hasil verifikasi lapangan oleh Pansus LKPj DPRD Kabupaten TTS pada pekan lalu, ditemukan fakta lapangan bahwa masyarakat di dua kecamatan tersebut, rata-rata akan terancam gagal panen, karena tidak adanya curah hujan di kedua wilayah itu. Meskipun di beberapa titik tertentu airnya masih ada, tetapi debitnya sangat kecil, sehingga tidak mengairi semua lahan pertanian.

 
Kejadian tersebut menurut dia, selalu terjadi tiap tahun. Namun, pemerintah terkesan membiarkan dan tidak mencari jalan keluar untuk bisa meringankan beban masyarakat di kedua wilayah tersebut.

 
“Dalam kunjungan, Pansus melakukan verifikasi, dan ternyata di lapangan kita temukan fakta demikian. Kondisi kekeringan sudah berulang kali terjadi terus menerus tiap tahun, tapi sama sekali tidak ada solusi dari pemerintah sehingga boleh dikatakan bahwa ada unsur pembiaran dari pemerintah,” katanya.

 
Dia menjelaskan, desa yang terancam gagal panen yakni Desa Tuafanu, Kiufatu, Toineke, di Kecamatan Kualin. Sedangkan, di Kecamatan Amanuban Selatan adalah Desa Polo, Bena, dan Oebelo. “Sebagian kecil lahan petani yang dapat teraliri air, tapi tidak lancar, sehingga gagal panen akan terjadi,” katanya.

 
Dia menuturkan, Pansus akan merekomendasikan kepada pemerintah untuk melakukan penanganan emergensi, sehingga bisa membantu warga mengatasi kondisi kekeringan itu. Kejadian tersebut bukan baru terjadi, tapi sudah bertahun-tahun.

 
“Rekomendasi Pansus akan meminta pemerintah untuk segera mencari solusi penanganan agar tidak terjadi lagi ke depan,” ujarnya. Sementara itu, Wakil Ketua II DPRD Kabupaten TTS Alex Kase mengemukakaan, di wilayah TTS bagian selatan tidak ada hujan, sehingga masyarakat petani dipastikan gagal panen.  Menurutnya, pemerintah perlu mengambil langkah penanganan agar ke depan masyarakat tertolong.

 
Camat Amanuban Selatan Albert Nabuasa yang dikonfirmasi terpisah mengakui, sebagian besar lahan pertanian gagal panen, karena setelah tanam tidak turun hujan.“Memang tidak semua desa, tapi ada sebagian yang berpotensi gagal panen, karena tidak ada curah hujan pasca tanam,” katanya. (lys/R-3)

Baca Juga :

Komentar Anda

avatar

wpDiscuz