Minggu, 22 April 2018 | 18:11
FOTO HAL REGIONAL 090415 SABU copy

Express Cantika segera Beroperasi

MANAJEMEN KM Express Cantika masih menunggu jawaban dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sabu Raijua (Sarai) terkait skema subsidi, agar bisa kembali melayani masyarakat, pasca terhenti operasionalisasi kapal tersebut beberapa bulan terakhir.

 
Demikian disampaikan pemilik KM Express Cantika Jhony De Quelju kepada VN melalui telepon selulernya dari Manado, Rabu (8/4). “Sekarang kami hentikan pelayaran kapal tersebut karena memang biaya operasionalnya tidak sebanding pemasukan. Jadi kami sudah berkomunikasi dengan Pemkab Saraiu dan Pak Bupati agar kita disubsidi untuk menutup operasional, sehingga dapat melayani rute pelayaran Kupang-Sabu PP,” katanya.

 
Menurutnya, dalam beberapa kali komunikasi, Pemkab Sarai sudah menjajikan bahwa pada sidang Perubahan Anggaran akan dianggarkan untuk subsidinya, dan manajemen sudah membuat RAB mengenai kebutuhan untuk subsidi nantinya dan apabila sudah ada tanggapan surat yang sudah disampaikan maka kapal akan kembali beroperasi sebagaimana biasa.

 
“Mudah-mudahan kalau Pak BUpati sudah ada tanggapan, maka kami akan kembali melayani masyarakat Sabu Raijua,” katanya. Sementara itu, Bupati Sabu Raijua Marthen Dira Tome yang dikonfirmasi terkait hal tersebut mengatakan, kemungkinan besar kapal cepat sudah kembali melayani masyarakat karena Pemkab sudah melakukan komunikasi dengan pihak manajemen Express Cantika, karena masyarakat Sabu Raijua membutuhkan transportasi laut yang bisa dijangkau secara cepat.

 
“Kita sudah maksimal untuk melakukan komunikasi karena kami tahu bahwa masyarakat sangat membutuhkan transportasi yang cepat dan murah seperti kapal cepat itu. Suratnya saya sudah tanggapi,” kata Dira Tome.

 
Dijelaskan BUpati, dirinya juga telah menelepon pemilik kapal agar segera mengoperasikan kapalnya Kupang-Sabu PP dua kali dalam seminggu. Menurut Dira Tome, karena ada subsidi Pemkab, maka instansi terkait akan melakukan pengawasan ketatmauk-keluar Pelabuhan Sebab, agar tidak ada lagi masyarakat yang seenaknya berangkat dan membeli tiket di atas kapal, sehingga pihak manajemen mengalami kerugian seperti yang dialami sebelumnya.

 
“Mulai saat itu saya akan tugaskan instansi terkait melakukan pengawasan di pelabuhan supaya tidak boleh ada masyarakat yang membeli tiket di atas kapal,” katanya.
Sementara untuk subsidi, kata Dira Tome, akan dilihat kembali karena subsidi bukan keputusan Bupati tetapi harus dibicarakan di dalam ruang DPRD karena menggunakan uang rakyat. (yul/R-3)

Baca Juga :

Komentar Anda

avatar

wpDiscuz