Sabtu, 21 April 2018 | 19:30
7

Esthon Siap Rebut Kursi Wali Kota

KETUA DPD Partai Gerindra Provinsi NTT Esthon Foenay menyatakan siap maju bertarung sebagai calon Wali Kota Kupang dalam pilkada dua tahun mendatang. Kesiapannya itu masih sebagai sikap pribadi yang juga masih dikonsultasikan dengan keluarga. “Kalau memang masyarakat menginginkan saya untuk menjadi Wali Kota Kupang, maka secara pribadi saya siap menjadi Wali Kota karena peduli terhadap aspirasi masyarakat.

 
Tapi semuanya itu saya juga harus meminta dukungan dan persetujuan dari keluarga,” kata Esthon kepada VN, Minggu (12/4). Dia mengungkapkan, sejumlah tokoh masyarakat Kota Kupang, tokoh agama dan tokoh pemuda, sudah pernah meminta kesediaannya untuk maju dalam Pilkada Kota Kupang, namun dia belum memberikan jawaban pasti. Selain itu, kata dia, ada juga beberapa pejabat Pemkot juga melakukan pendekatan kepadanya agar bersedia maju dalam Pilkada Kota Kupang.

 
Salah satu kerabat dekat Esthon Foenay, Doris Foenay yang dikonfirmasi mengenai kesediaan Esthon tersebut, mengatakan, secara pribadi dia mendukung. Dan pihak keluarga pasti mendukung.
“Saya prinsipnya selalu siap dan dalam waktu dekat kami akan melakukan rapat keluarga untuk membahas keinginan masyarakat yang memberikan kesempatan kepada Pak Esthon untuk mencalonkan diri sebagai Wali Kota Kupang.

 

Dan setelah mendapatkan kesepakatan keluarga, maka kami akan deklarasikan pada tanggal 1 Juni mendatang bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. Bisa juga lebih cepat, tergantung kesepakatan dan persiapan keluarga,” katanya. Direktur PDAM Tirta Lontar Jhon Ottemoesoe mengatakan, setuju Esthon maju dalam Pilkada Kota. “Beliau cocok memimpin Kota Kupang.

 

Beliau mempunyai sifat kebapakan, sosok pemersatu dan diterima semua kalangan,” katanya. Di mata Ottemoesoe, sosok Esthon sangat familiar dengan semua kalangan seperti pejabat, pengusaha, politisi dari berbagai partai politik dan juga masyarakat.

 

“Sosok beliau itu bukan tipe yang ego dengan status sosial dan dia juga bukan pendendam sehingga kalau beliau mengatakan niatnya akan meminta persetujuan keluarga, maka terlepas dari seorang direktur, saya juga merasa bagian dari keluarganya dan saya sangat mendukung kesiapannya untuk mengemban aspirasi masyarakat Kota Kupang yang mengharapkan seorang pemimpin yang bermartabat dan selalu peduli pada masyarakat kecil,” katanya.

 
Dia menambahkan, semasa masih sebagai PNS sampai memangku jabatan Wakil Gubernur NTT, Esthon sangat peduli terhadap pembinaan olahraga. “Setelah keluar dari birokrasi, beliau tetap peduli pada olahraga dan masalah-masalah sosial kemasyarakatan dengan berkunjung ke setiap kedukaan yang diketahuinya walaupun jaraknya antarpulau. Sosok seperti beliau itu apabila menjadi Wali Kota, maka ia bisa menyelesaikan persoalan- persoalan kota termasuk masalah PDAM,” katanya. (D-1)

Baca Juga :

Komentar Anda

avatar

wpDiscuz