Jumat, 27 April 2018 | 08:46
9

Eksekusi Mary Jane Ditunda

KEJAKSAAN Agung menunda eksekusi mati warga negara Filipina Mary Jane. Keputusan menunda itu diambil menjelang pelaksanaan eksekusi mati sembilan terpidana mati gembong narkoba. Dengan demikian, hanya delapan orang yang dieksekusi mati subuh tadi di Lembaga Pemasyarakatan Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah.

 
Informasi yang dihimpun Media Indonesia menyebutkan bahwa Presiden Filipina Benigno Aquino tadi malam melayangkan surat kepada Presiden Indonesia Joko Widodo. Surat itu dikirimkan Menlu Filipina kepada Menlu Indonesia.

 
Dalam surat itu Presiden Filipina meminta agar eksekusi mati Mary Jane ditunda agar ia bisa bersaksi menyusul penyerahan diri Maria Kristina Sergio, tersangka perekrut Mary Jane, kepada polisi Filipina pada Selasa (28/4).

 
Presiden Jokowi mengabulkan permohonan Presiden Filipina sebagai bentuk penghormatan atas hukum. “Hanya ditunda, bukan membatalkan hukuman mati,” kata Jaksa Agung HM Prasetyo. Jaksa Agung memastikan Mary Jane dimintai keterangan di Idonesia, tidak dibawa ke Filipina.

 
Lapangan Limus Buntu Sebelumnya, sembilan terpidana mati telah sampai Lapangan Tembak Limus Buntu, Nusakambangan. Proses pemindahan menggunakan sejumlah mobil baik tahanan Kejaksaan Negeri Cilacap maupun mobil biasa.

 
“Sembilan terpidana mati telah sampai di lapangan (tembak),” ujar sumber CNN Indonesia di Nusakambangan, tepat di pergantian hari, Rabu (29/4). Setiap mobil mengangkut satu terpidana ditemani oleh pihak Kejaksaan. Mobil-mobil tersebut akan berjalan beriringan. Sebelumnya, satu per satu dari sembilan terpidana mati digiring memasuki mobil dengan tangan diborgol ke belakang. Kepala mereka, ditutup sebuah kain penutup kepala. Sementara baju yang mereka kenakan berwarna serba putih.

 
Apabila sesuai jadwal, eksekusi akan digelar pada Rabu (29/1) pukul 00.00 Wib. Lokasi eksekusi, menurut sumber CNN Indonesia, nantinya bakal mengambil tempat di area bekas LP Limus Buntu yang telah menjadi lapangan tembak.

 
Di Limus Buntu, sembilan tiang telah disiapkan untuk tiap terpidana mati. Limus Buntu adalah sebuah lapangan berbentuk segi empat, dengan dinding bata tua yang tingginya hanya berkisar satu meter. Lapangan tersebut digunakan polisi untuk latihan menembak.

 
Sembilan terpidana dieksekusi dalam waktu yang bersamaan. Mereka yang dieksekusi yakni empat warga Nigeria, Jamiu Owolabi Abashin yang lebih dikenal sebagai Raheem Agbage Salami, Okwudili Oyatanze, Martin Anderson, dan Silvester Obiekwe Nwolise.

 
Ada pula Rodrigo Gularte dari Brasil, dan Zainal Abidin dari Indonesia. Selanjutnya, duo Bali Nine Andrew Chan dan Myuran Sukumaran. Sementara Mary Jane Fiesta Veloso asal Filipina ditunda pelaksanaan eksekusi. (cnn/mi/R-2)

Baca Juga :

Komentar Anda

avatar

wpDiscuz