Kamis, 26 April 2018 | 23:25
19

Disperindag NTT mulai Sosialisasi Larangan Jual Miras

DISPERINDAG NTT tengah menyosialisasikan kepada pengusaha minuman keras (Miras) di Kupang, terkait dikeluarkannya Peraturan Menteri Perdagangan tentang Larangan Penjualan Minuman dengan Kadar Alkohol di Bawah Lima Persen.

 
Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTT Kirenius Tallo, di Kupang, Senin (20/4), mengatakan, saat ini pihaknya hanya sebatas menyosialisasikan undangundang tersebut kepada para pengusaha minuman keras di mini-mini market atau kepada para konsumen. “Saat ini kita baru sebatas sosialisasi.

 

Kita tidak bisa langsung kepada tindakan untuk melakukan penyitaan terhadap minuman dijual oleh para pengusaha minimarket tersebut. Sebab sebagiannya pasti belum mengetahui tentang hal itu. jika tidak mengindahkan akan diberikan surat teguran dan penyitaan,” katanya.

 
Di samping itu, menurutnya untuk melakukan aksi pengawasan lebih tegas, pihaknya juga masih menunggu petunjuk pelaksanaan (Juklak) dan petunjuk teknis (Juknis) dalam hal pelarangan penjualan minuman tersebut.

 
Sejumlah tokoh agama di Kupang mengapreasiasi keputusan Menteri Perdagangan (Mendag) Rachmat Gobel itu. Ketua Pemuda Gereja Masehi Injili Timor (GMIT) wilayah NTT Winston Rondo menilai, Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 06/M-DAG/PER/1/2015 akan sangat membantu mengurangi terjadinya kasus-kasus kriminalitas serta kecelakaan lalulintas yang selama ini terjadi.

 
Hal senada disampaikan oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) NTT Abdulkadir Makarim. Menurutnya, pemerintah daerah perlu mengeluarkan peraturan daerah khusus yang ketat agar penjualan minuman keras baik di daertah-daerah itu khususnya pelarangan penjualan bir tersebut dapat diwujudkan.
Sejumlah pengusaha minimarket di Kupang meminta pemerintah untuk merivisi kembali peraturan Menteri tersebut. Lili, pemilik Fresh Mart di Kupang menilai selama ini dirinya telah meminta izin penjualan kepada Disperindag kabupaten kota agar bisa menjual di tokonya.

 

Namun, dengan adanya peraturan Menteri tersebut, semua pengusaha akan rugi. “Kami sudah membayar untuk meminta izin penjualan bir di toko kami, jika sekarang dilarang izin penjualan tersebut akan hangus, dan kami telah membayar mahal untuk bisa dapatkan izin menjual,” katanya.

 
Romanus, Ketua Koperasi modern co-op mart di Kota Kupang mengatakan, pihaknya telah lama menjual bir di minimarketnya tersebut. Dan sama halnya dengan Lili, pemasukan terbesar adalah dari penjualan bir itu. Ia sendiri mengusulkan agar penjualan Bir di minimarket tetap diadakan, dan yang harus ditindak itu adalah mereka yang meminum miras tidak pada tempatnya. (mi/C-1)

Baca Juga :

Komentar Anda

avatar

wpDiscuz