Senin, 23 April 2018 | 19:45
10

Dishub NTT tidak Miliki Kesiapan Istimewa Hadapi MEA

DINAS Perhubungan (Dishub) NTT tidak memiliki persiapan istimewa untuk menyambut Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Dishub hanya menata infrastruktur perhubungan baik darat, laut, maupun udara. Hal itu dikatakan Kepala Dinas Perhubungan NTT Richard Djami kepada VN, Senin (20/4).

 
Dia menyatakan, untuk menata infrastruktur itu pula, Dishub masih mengharapkan bantuan dari Pemerintah Pusat. Menurutnya, persiapan untuk menghadapi MEA cenderung pada sarananya. “Kapal dan pengusaha tidak mau datang manakala sarana dan perangkat lunaknya tidak siap.

 
Buruh siap bongkar muat atau tidak. Pelabuhan kita memadai atau tidak. Ini yang menjadi prioritas kami dalam menghadapi MEA,” ujarnya. Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) NTT Abraham Paul Lyanto mengatakan, pelabuhan laut harus dikembangkan untuk menjadi pelabuhan ekspor dan impor dalam menghadapi MEA.

 
Menurutnya, salah satu pelabuhan yang layak adalah pelabuhan Atapupu di Kabupaten Belu, yang berbatasan langsung dengan negara Timor Leste. “Atapupu ini sangat mungkin dikembangkan menjadi pelabuhan ekspor impor dan itu akan sangat mendukung pertumbuhan ekonomi NTT, terutama di perbatasan,” kata dia.

 
Kadin NTT, kata dia, siap mendukung dan bersama Gubernur NTT untuk memperjuangkan peningkatan Pelabuhan Atapupu menjadi pelabuhan ekspor impor. Apalagi, Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla, saat ini berkomitmen untuk memberikan perhatian khusus pada wilayah-wilayah yang berbatasan dengan negara luar.

 
Perhatian itu, kata dia, tentu termasuk di dalamnya sarana dan prasarana pelabuhan, yang secara otomatis akan mendorong pertumbuhan ekonomi. Menurut dia, jika Atapupu sudah menjadi pelabuhan ekspor impor, maka Pemerintah Pusat tinggal mengatur regulasi agar semua barang dari luar NTT yang akan dikirim ke Timor Leste, harus melalui Pelabuhan Atapupu.

 
“Selama ini para pengusaha dari Pulau Jawa mengirim langsung barang kebutuhan pokok ke Timor Leste, sehingga para pengusaha dan masyarakat di NTT hanya menjadi penonton. Tidak ada manfaat ekonomi untuk daerah,” katanya. Sebelumnya, Gubernur NTT Frans Lebu Raya juga mengungkapkan keinginannya untuk mengembangkan pelabuhan laut di NTT menjadi pelabuhan ekspor dan impor. (mg-05/mi/C-1)

Baca Juga :

Komentar Anda

avatar

wpDiscuz