Minggu, 22 April 2018 | 18:21
28

Dewan “Permalukan” Tim Pakar

DINAMIKA dalam rapat penetapan anggota Tim Pakar sebagai bagian dari alat kelengkapan DPRD Provinsi NTT, yang digelar Rabu (7/4) dengan menghadirkan Tim Pakar, berubah menjadi debat kusir. Akibatnya, komentar-komentar Dewan yang sarat kepentingan itu, terkesan berbalik meragukan kepakaran dan kapabilitas ke-20 anggota Tim Pakar yang sudah disahkan lewat SK tersebut (lihat tabel di halaman 5).

 
Anggota Tim Pakar Bidang Ekonomi Pembangunan Frits Fanggidae kepada VN di sela-sela pertemuan, mengaku sangat malu dan tersinggung dengan dinamika yang terjadi dalam rapat yang dipimpin langsung oleh Ketua Dewan, Anwar Pua Geno tersebut.

 
“Kami malu duduk di sini. Duduk lalu mereka bertengkar. Kami bukan mau cari kerja tetapi kami diminta untuk menjadi Tim Pakar demi kepentingan masyarakat NTT,” tegasnya. Mestinya, lanjut Frits, Dewan terlebih dahulu membuat kesepakatan internal sebelum mengundang anggota Tim Pakar untuk rapat bersama. “Kami minta Dewan sepakat dulu baru undang kami. Jangan
sampai (sudah datang) baru dipertanyakan seperti ini.

 

Terus terang, saya malu kalau demikian,” ujarnya dengan wajah memerah. Zeth Malelak, anggota Tim Pakar lainnya menambahkan, ia hadir karena diundang untuk diperkenalkan sebagai anggota Tim Pakar. Namun, pernyataan Dewan dalam rapat tersebut cukup membuatnya tersinggung karena mempertanyakan hal-hal yang tidak pantas diucapkan di hadapan mereka. “Seharusnya mempertanyakan kepakaran, apakah sudah diuji atau belum.

 

Ataukah sudah mendapat persetujuan Dewan lain, diucapkan di antara mereka dulu. Bukan di hadapan kami. Saya malu,” ujarnya. Disaksikan VN, Ketua Fraksi PKB DPRD NTT Yucundianus Lepa paling ngotot dan langsung mempertanyakan mekanisme perekrutan Tim Pakar, sebab dalam perekrutan, tidak melibatkan semua anggota Dewan dan fraksi-fraksi. “Jangan sampai permainan pimpinan untuk kepentingan partai dan kelompok tertentu, sehingga langsung undang dan umumkan tim pakar yang ada,” tegasnya.

 
Menanggapi itu, Anwar Pua Geno mengatakan pimpinan Dewan telah mengundang semua pimpinan komisi dan pimpinan fraksi untuk rapat pada Rabu (8/4) sebelum rapat dengan Tim Pakar, namun tidak semua pimpinan fraksi hadir dalam rapat tersebut.

 
Gabriel Manek, anggota Dewan lainnya, menggarisbawahi bahwa perbedaan pandangan dalam rapat itu adalah hal lumrah dalam dinamika Dewan. Untuk itu, Manek meminta semua yang hadir dalam forum rapat itu untuk memaknainya secara positif. (M-1)

Baca Juga :

Komentar Anda

avatar

wpDiscuz