Sabtu, 21 April 2018 | 19:15

Debat soal Tim Pakar

TIM pakar dibentuk guna menunjang bobot kerja Dewan. Pertimbangannya pun sederhana bahwa tidak semua hal dipahami Dewan. Karenanya, dibutuhkan masukan dan pemikiran dari pakar. Mereka bekerja di atas prinsip kepakaran dan keahlian serta bebas kepentingan baik individu maupun kelompok.

 
Bersama Dewan mereka berjibaku mengurus kepentingan daerah. Pengenalan 20 anggota tim pakar DPRD NTT (Rabu, 7/4) menuai polemik di internal Dewan. Perdebatan serius soal prosedur perekrutan. Sebagian Dewan merasa tidak dilibatkan dalam pemilihan dan pembahasan internal. Sebagiannya lagi merasa bila pemilihan tim pakar tersebut sarat kepentingan pihak-pihak tertentu dalam Dewan sendiri.

 
Keraguan Dewan akan kepakaran mereka pun cukup menyinggung perasaan pakar terpilih. Memang, meragukan kepakaran tentu lumrah. Yang perlu dilurusi adalah cara kerja Dewan sendiri
dalam menentukan tim pakar tersebut. Persoalan ini adalah buah dari prosedur yang sarat kepentingan. Karenanya, dinamika kerja Dewan harus dibenahi.

 
Perekrutan tim pakar tersebut dinilai mencederai prinsip kolektivitas kerja Dewan dan prinsip transparansi. Bagaimana mungkin langsung masuk ke tahap pengenalan tanpa bermula dari pembahasan perekrutan. Orang bisa saja menyimpulkan bahwa perdebatan sengit itu pun bukti dari kelalaian dan permainan internal Dewan sendiri. Karenanya, dibutuhkan konsolidasi internal.

 

Dewan mesti mencapai kata sepakat tentang siapa dan kualifikasi apa saja yang harus dipakai. Selesaikan polemik itu secara internal dan bisa diterima oleh seluruh anggota Dewan. Prosedur yang salah pasti menghasilkan produk yang salah pula. Benahi dahulu prosedur perekrutan lalu beranjaklah ke pemilihan dan penentuan tim pakar.

 
Yang dipertontonkan Dewan dalam pengenalan itu telah mencederai perasaan para tim pakar. Mereka diundang dan dipilih tanpa mengetahui seluk beluk prosedur internal Dewan. Pelajarannya, Dewan mesti mulai bekerja di atas empat prinsip; transparansi, akuntabilitas, kredibilitas, dan integritas yang baik.

 

Demikian pun pemilihan tim pakar mesti memakai empat prinsip itu. Tim pakar itu penting. Benahi prosedur pemilihannya dan segeralah membentuk tim tersebut, bukan untuk kepentingan individu tetapi untuk kepentingan NTT. Publik menunggu!

Baca Juga :

Komentar Anda

avatar

wpDiscuz