Jumat, 27 April 2018 | 08:59
13

Dari Bali ke NTT untuk Jual Buah

JALUR-jalur kendaraan yang ramai di Kota Kupang saat ini, banyak ditempati penjual buah. Sebut saja Jalan El Tari, Jalan Frans Seda, Jalan WJ Lalamentik, dan masih banyak jalur lainnya.
Satu di antara para penjual buah itu adalah Achmad Hasan. Pria asal Makassar yang tinggal di Bali ini hampir setiap saat mengelilingi NTT untuk menjajakan buah.

 
Saat ditemui VN, Kamis (23/4) petang di Jalan WJ Lalamentik Oepoi, Kupang, pria beranak satu itu sedang menunggu pembeli. Ia menyambut VN dengan ramah sambil menyuguhkan buah duren yang sudah dibungkusnya dalam sebuah kemasan. “Silakan coba bang,” ucapnya penuh keramahan.

 
Sambil menikmati buah duren itu, Achmad berkisah sudah bertahun-tahun ia datang ke NTT untuk menjual buah. “Sejak keluar dari Timor-Timur (Timor Leste), saya sudah sering keluar masuk NTT untuk jual buah. Minggu lalu dari Larantuka, kemarin singgah Alor, sekarang di Kupang, besok (hari ini) ke Makassar lagi untuk pasok buah,” ujarnya.

 
Ia merincikan buah duren yang dijualnya per kilogran ia hargai Rp 50.000, kalau sudah dipaketkan per tiga biji buah duren seharga Rp 25.000. “Saat ini musim duren jadi fokus ke duren. Tetapi ada juga apel dan buah lain. Pokoknya semua buah saya pasok dari Bali, Makassar, dan Surabaya ke Kupang tergantung musimnya. Saya jual sendiri, setelah habis baru pasok lagi,” ujarnya penuh semangat.

 
Menjual buah, menurutnya, tidak mudah. Untung dan rugi sudah menjadi langganannya setiap kali pasokan buahnya masuk ke Kota Kupang maupun daerah lainnya di NTT. Namun, strategi yang dimainkannya membuatnya tidak sampai bangkrut. “Sering apes. Tapi kalau lagi untung bisa dapat Rp 4 juta sehari.

 

Dari penghasilan itu, saya bisa peroleh keuntungan Rp 1 juta. Pokoknya tergantung pembeli dan strategi yang kita terapkan sehingga tidak bangkrut,” ungkapnya tanpa membeberkan strategi yang dimaksudkannya. Keuntungan yang diperolehnya, menurutnya, dimanfaatkan untuk mengembangkan usahanya dan membiayai kehidupan keluarganya. (paschal seran/C-1)

Baca Juga :

Komentar Anda

avatar

wpDiscuz