Sabtu, 21 April 2018 | 19:22
Danrem 161/Wira Sakti Kupang Brigjen TNI Heri Wiranto bersama jajaran dan Bupati Kupang Ayub Titu Eki melakukan panen raya perdana padi Demlo di Noelbaki, Kabupaten Kupang
vn/yawan ati

Danrem Ajak Petani Wujudkan Swasembada Pangan

Victory-News, KOMANDAN Korem (Danrem) 161/Wira Sakti Kupang Brigjen TNI Heri Wiranto mengajak para petani khususnya petani padi untuk bekerja keras menghasilkan produksi beras yang melimpah, agar mewujudkan program swasembada pangan yang dicanangkan Pemerintah Pusat. Selain itu, juga untuk menjaga stok pangan petani agar selalu aman.

Imbaun tersebut disampaikan Danrem pada acara panen raya perdana padi Demlo di Desa Noelbaki, Kabupaten Kupang, Kamis (29/10).

Pada kesempatan tersebut, Danrem menegaskan bahwa sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo bahwa Indonesia harus segera bebas dari ketergantugan beras impor, maka masyarakat dibantu TNI harus saling mendukung untuk mewujudkan program tersebut. Saat ini, lanjutnya, TNI bukan hanya menjaga ketahanan negara dari ancaman luar, namun juga menjaga ketahanan pangan.

Ketahanan pangan dinilai juga penting, karena menurutnya, jika negara-negara tetangga yang setiap tahunnya mengimpor beras ke Indonesia dengan tiba-tiba menghentikan impor, maka kelaparan pun bisa terjadi.

“Ketahanan pangan sangat penting. Ketahanan pangan lebih kejam dari perang dunia. Jika masyarakat kita lapar, maka sudah dipastikan kita tidak bisa bangkit melawan musuh jika sewaktu-waktu ada ancaman datang dari luar” tegasnya.

Danrem Heri menambahkan, kehadiran TNI di tengah masyarakat khususnya petani adalah bentuk memberi dukungan dan kerja sama antara petani dan TNI. Masyarakat diminta tidak perlu merasa sungkan apalagi takut untuk bekerja sama dengan TNI.

Melihat wilayah NTT, khususnya Kabupaten Kupang yang memiliki banyak lahan tidur yang belum optimal difungsingkan, diharapkan kerja sama antara TNI dan masyarakat dapat membuka lahan baru. Sehingga, bisa menciptakan Provinsi NTT sebagai lumbung padi nasional.

Danrem juga mengimbau petani dan masyarakat untuk lebih giat lagi bekerja tanpa harus berpangku tangan. Karena, saat ini Kabupaten Kupang secara khusus dan NTT secara umum berpotensi lebih maju jika ada kemauan dan kerja keras.

Bupati Kupang Ayub Titu Eki mengapresiasi TNI yang telah bekerja keras mendukung petani sekitar, sehingga bisa menghasilkan panenan yang melimpah. Diakui Bupati bahwa saat ini pola pertanian yang dilakukan masyarakat masih tergolong tradisional, sehingga perlu ada sentuhan moderenisasi.

Ia juga berencana akan meningkatkan kerja sama dengan Pemerintah Pusat dalam upaya meningkatkan produktivitas padi di Kabupaten Kupang.

Bupati juga menyinggung kelangkaan pupuk yang sering terjadi di wilayah tersebut. Untuk itu, ia akan bekerja sama dengan unsur terkait agar mengolah batang padi bekas panen menjadi pupuk alami.

“Masyarakat tidak boleh hanya menjadi petani pekerja keras, namun juga petani cerdas yang bisa menghasilkan hasil panen yang melimpah,” tegas Ayub.

Ketua kelompok Tani Usaha Bersama Oktori Gaspres mengatakan, luas lahan di lokasi tersebut seluas 165 hektare. Atas kerja sama TNI dan instansi terkait, perhektarenya petani bisa menghasilkan padi sebanyak 10 ton.

Pantaun VN, turut hadir dalam acara tersebut, Dandim 1604/Kupang Letkol (Inf) Subar, Sekda Kabupaten Kupang Hendrik Paut, Kapolres Kupang AKBP Michael Ken Lingga, jajaran DPRD Kabupaten Kupang dan ratusan petani. (H-1)

Baca Juga :

Komentar Anda

avatar

wpDiscuz