Minggu, 22 April 2018 | 18:29
HAL REGIONAL 200415 TTS copy

Child Fund Gelar Pelatihan Living Values

UNTUK menekan angka kekerasan terhadap siswa yang kerap kali terjadi di sekolah dan tak lain pelakunya adalah guru. Lembaga Pengembangan Masyarakat Madani (LPMM) Kupang Mitra bersama Child Fund Indonesia selaku donatur, menggelar pelatihan tentang pendidikan nilai-nilai kehidupan (living values) bagi 30 orang pengawas TK/SD, kepala sekolah, dan guru SD di Hotel Bahagia 2 Soe.

 
Koordinator kegiatan Viktor Bani kepada wartawan, Jumat (17/4) mengatakan, pelatihan yang digelar berdasarkan 12 nilai dasar, yakni keadilan, kesopanan, persatuan, kesadaran, toleransi, kerendahan hati, kejujuran, kerja sama, kebahagiaan, tanggung jawab, kasih, dan penghargaan.

 
Dia menjelaskan, selain mengajar, guru merupakan panutan yang akan ditiru siswa dalam kehidupan sosial. Sehingga, guru diharapkan menampilkan cara dan perilaku berdasarkan 12 nilai tersebut, agar menciptakan karakter siswa yang baik serta memacu prestasi siswa melalui proses yang ramah.

 
Dia menambahkan, salah satu penyebab siswa malas bersekolah dan banyaknya jumlah putus sekolah, karena cara mendidik guru tidak santun dan banyak unsur pemaksaan dan kekerasan.

 
“Harus diakui bahwa akibat diabaikannya nilai-nilai kemanusian dalam proses mendidik, dapat menyebabkan angka putus sekolah semakin tinggi, dan pada akhirnya akan menambah daftar panjang angka kemiskinan,” ujarnya.

 
Peserta yang mengikuti pelatihan, lanjut Viktor, diharapkan menjadi pioner bagi guru lainnya, sehingga metode pendekatakan yang didapat pada pelatihan tersebut bisa diterapkan secara baik. Sementara itu, Kepala UPTD PPO Kecamatan Amanuban Selatan Yeskial Babys mengatakan, belum pahamnya guru terhadap metode mendidik yang tepat, berakibat para pendidik berorientasi hanya kepada nilai akademis dan mengabaikan nilai-nilai budaya.

 
“Kegiatan LPMM ini orientasinya untuk menciptakan sekolah ramah anak, dengan memunculkan kembali nilai-nilai lokal. Ini sangat tepat, karena di era globalisasi dan reformasi ini, tidak boleh terjadi kekerasan terhadap siswa. Guru perlu memahami betul tentang metode penyampaikan materi yang dapat diterima oleh siswa, tanpa perilaku kasar,” ujar Yeskial.

 
Kain Talan, Pengawas TK/SD Kecamatan Amanuban Selatan mengatakan, pelatihan yang digelar LPMM dan Child Fund Indonesia sangat baik tujuannya, karena berorientasi pada nilai-nilai kehidupan sosial, terutama susana di lingkungan pendidikan yang bertujuan untuk memaksimalkan penyerapan nilai kehidupan berdasarkan sekolah ramah anak. “Kegiatan ini sangat positif karena bisa merubah persepsi siswa mengikuti perilaku guru,” kata Kain. (lys/R-3)

Baca Juga :

Komentar Anda

avatar

wpDiscuz