Jumat, 20 April 2018 | 16:53

Centra Wisata Sikka tidak Terawat

CENTRA wisata yang dilengkapi empat unit bangunan yang megah di Jalan El Tari, Kabupaten Sikka memprihatinkan. Sekeliling bangunan tersebut dipenuhi rumput liar yang sudah tinggi, bahkan warga menjadikannya sebagai kandang ternak. Padahal, bangunan yang dibangun menggunakan anggaran APBN Tahun Anggaran 2014 itu menghabis ratusan juta rupiah.
Disaksikan VN, Jumat (3/4), rumput liar setinggi lutut orang dewasa menghiasi seluruh areal bangunan centra wisata yang baru dibangun oleh Pemkab Sikka itu. Dua unit gedung sudah dimanfaatkan untuk mempromosikan berbagai kerajinan khas Kabupaten Sikka.

 

Selain itu, terdapat sebuah panggung yang dilengkapi dengan bangunan yang megah yang terkesan tidak terawat. Tidak jauh dari bangunan panggung tersebut, terdapat bangunan ‘Rumah Kita’ yang dilengkapi dengan fasilitas internet.

 
Bangunan yang didesain rumah panggung dengan dinding anyaman gedek dari bambu yang terletak di Jalan El Tari, persis di depan kantor Polsek Alok dikelilingi rumput liar. Sayangnya, situasi tersebut tidak mengetuk hati para pejabat di kabupaten itu yang setiap hari melintasi jalan itu.

 
Salah seorang warga di sekitar lokasi centra wisata tersebut Corenlis Soge kepada VN menyampaikan, dengan melihat kondisi itu, bangunan tersebut dibangun setengah hati untuk menghabiskan anggaran. Menurutnya, keberadaan centra wisata itu sangat membantu para pelaku pariwisata dan pengrajin cinderamata khas Sikka untuk mempromosikan Kabupaten Sikka kepada masyarakat luar yang datang.

 
Tetapi, jika pembangunan gedung tidak dirawat secara baik, maka tempat tersebut menjadi cerminan budaya Sikka di mata para tamu yang datang di Kabupaten Sikka. Ia berharap kepada pemerintah untuk menata secara baik, tidak saja bangunan yang megah tetapi harus bersih dan rapi, sehingga indah dipandang mata para pengunjung. (nus/C-1)

Baca Juga :

Komentar Anda

avatar

wpDiscuz