Kamis, 26 April 2018 | 23:37
Untitled-3 copy

Cendana Khawatirkan Nasib Golkar

Belum padamnya kisruh internal yang terjadi pada Partai Golkar hingga kini membuat Hutomo Mandala Putra atau yang akrab disebut Tommy Soeharto belakangan ini muncul di permukaan. Menurut anggota Fraksi Partai Golkar DPR RI Siti Herdiati Haryadi atau Titiek Soeharto, munculnya Tommy tersebut lantaran karena keluarga Cendana merasa khawatir akan nasib Partai Golkar.

 
“Yang saya tangkap adalah Tommy perlihatkan keprihatinan tinggi terhadap Golkar kali ini. Dia ingin masalah bisa diselesaikan secepatnya. Kan kita dari keluarga prihatin.
Kok Golkar yang berkiprah begitu lama dan sudah menjadi partai besar menjadi seperti ini. Kita ini kan sebenarnya saudara dan teman lama.

 

Sedapat mungkin ini diselesaikan secara damai,” ujar Titiek di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (23/4). Ambil Alih Selain itu, lanjut Titiek, sejumlah kader Partai Golkar di daerah ada yang menginginkan agar Keluarga Cendana mengambilalih atau take over Golkar agar konflik partai beringin ini tak berkepanjangan lagi.

 

Saat ditanya lebih lanjut daerah mana saja yang mengingnkannya, Titiek enggan merinci. “Kader di daerah lamalama bersuara, keluarga Pak Harto aja yang take over. Ada
suara-suara seperti itu yang jelas dari kubu mana-mana (baik kubu Aburizal maupun Agung Laksono). Karena susah menyatukan dua kubu lagi,” tandasnya.

 
Lebih lanjut, Titiek mendorong agar segera dilaksanakan Musyawarah Nasional (Munas) untuk pemilihan Ketua Umum Golkar tahun ini. “Yang terbaik ya Munas lagi, kalau menurut Munas Riau, kita 2015 ada Munas. Daripada menunggu 2016, kalau 2015 ada Munas, dua-duanya (kubu Agung dan Ical) bisa maju,” kata perempuan bernama asli Siti Hediati Harijadi yang menyatakan dirinya adalah bagian dari Munas Bali kubu Ical ini.

 
Tak Ada Pengaruh Waketum Golkar hasil Munas Jakarta, Yorrys Raweyai menganggap dukungan itu tidak ada pengaruhnya. Yorrys beranggapan hal itu justru bentuk kepanikan Golkar hasil Munas Bali dalam rangka mencari dukungan.

 
Ia mengulas kembali rangkaian usaha kubu Aburizal yang sudah ditempuh mulai dari PN Jakarta Barat, PN Jakarta Pusat hingga PTUN. Menurutnya, itu sebagai bentuk
kepanikan. “Ada dukungan dari keluarga Cendara terus itu untuk apa? Partai ini ada aturannya, AD/ART , ada mekanisme pelaksanaannya. Itu menunjukkan kepanikan mereka. Kalau mereka sah, ikuti saja yang sudah kita sepakati bersama,” ujar Yorrys. (mi/D-1)

Baca Juga :

Komentar Anda

avatar

wpDiscuz