Jumat, 20 April 2018 | 17:03
16

Catatan Masuknya Matahari Grup

UKURAN kemajuan ekonomi suatu daerah atau negara ada pada produksi. Bila berkesempatan, cobalah tengok Tokyo dan Seoul. Begitu menginjakkan kaki di sana, Anda hanya akan membaca satu tulisan di mobil-mobil, motor, HP, sayur-sayuran, buah-buahan, makanan hingga tusukan gigi yakni: Made in Japan atau Made in Korea.

 

Dari produk-produk raksasa dan canggih hingga korekan telinga yang paling sederhana sekali pun buatan dalam negeri. Kota Kupang boleh saja tersenyum. Lippo Group beserta Matahari Department Store (MDS), mall, hypermart dan beberapa pusat perbelanjaan modern lainnya telah masuk.

 
Pertanda kemajuan dan pemerataan ekonomi? Ya buat pengusaha raksasa. Namun belum tentu buat usaha kecil dan menengah. Ukurannya apa? Neraca produksi dan konsumsi jadi ukuran. Produk-produk lokal jadi syarat utama agar kehadiran MDS bermanfaat.

 
MDS dan beberapa shopping centre modern itu pasti hanya menerima produk-produk lokal berkualitas dan mampu bersaing. Itu artinya masyarakat harus mampu memenuhi syarat itu. Jika tidak maka produk luar daerah akan mendominasi.

 

Masyarakat ‘dipaksa’ jadi konsumtif; tukang belanja dan menghabiskan uang di tempat-tempat tersebut. Karenanya, Pemkot, pemkab-pemkab, dan Pemprov paling sedikit memikirkan strategi-pemanfaatan peluang ini dengan mendorong produksi-produksi pertanian, kerajinan, kelautan dan lain sebagainya. Catatan lain tentu pembenahan secara serius pasar-pasar tradisional.

 
Ingat, pasar-pasar modern pasti menggencet pasar-pasar tradisional yang kalah bersaing. Sanitasi, kerapian, dan kenyamanan adalah ukuran mutlak. Anjuran ini bukan hal baru buat Pemda, dimana pasar-pasar tradisional di Kota Kupang masih jauh dari ukuran-ukuran tersebut. Jadi, tidak perlu menunggu nanti untuk pembenahan itu kala MDS dan hypermart sudah beroperasi.

 

Kehadiran Lippo Group dan MDS betul menyedot tenaga kerja. Namun belum tentu jadi peluang ekonomi bagi usaha-usaha kecil dan menengah serta produk-produk lokal. Bila Pemda tidak menerapkan strategi-strategi menghidupkan usaha-usaha kecil-menengah, maka Kupang dan NTT secara keseluruhan hanya akan dihiasi pusat-pusat perbelanjaan mewah. Nikmat di mata, namun pahit bagi dompet-dompet masyarakat lokal yang terkuras habis buat pengusaha raksasa. Mari membangun strategi jitu!

Baca Juga :

Komentar Anda

avatar

wpDiscuz