Senin, 23 April 2018 | 19:43
TANAM BAWANG: Bupati Belu Willy Lay bersama anggota DPD RI Ibrahim Medah, anggota DPR RI Charles Mesang, Wakil Bupati Belu JT Ose Luan, anggota DPRD Belu, dan pimpinan SKPD menanam bawang merah jenis tuk tuk secara simbolis di lahan milik warga Desa Fatuketi, Kamis (31/3). VN/THONY JOHANNIS.
TANAM BAWANG: Bupati Belu Willy Lay bersama anggota DPD RI Ibrahim Medah, anggota DPR RI Charles Mesang, Wakil Bupati Belu JT Ose Luan, anggota DPRD Belu, dan pimpinan SKPD menanam bawang merah jenis tuk tuk secara simbolis di lahan milik warga Desa Fatuketi, Kamis (31/3). VN/THONY JOHANNIS.

Bupati Tanam Bawang Merah di Fatuketi

Upaya penanaman bawang merupakan salah satu langkah tepat yang harus dilakukan para petani dalam menghadapi gagal tanam dan gagal panen.

 

Thony Johannis

BUPATI Belu Willy Lay bersama anggota DPR RI Charles Mesang, anggota DPD RI Ibrahim Medah, Wakil Bupati Belu JT Ose Luan, Ketua Tim Penggerak PKK Belu Vivi Lay, Wakil Ketua DPRD Belu Bene Hale, dan rombongan menanam bawang merah di lahan warga Desa Fatuketi, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu, Kamis (31/3). Kagiatan itu dilakukan untuk mengantispasi sekaligus memberi contoh bagi masyarakat Belu dalam menghadapi masalah gagal tanam dan gagal panen.
Anggota DPR RI Charles Mesang mengatakan, wilayah Belu masih memiliki lahan yang luas karena harus dikelola sesuai dengan telanta yang dimiliki oleh warga. “Adanya kondisi gagal tanam, masyarakat tidak boleh terpuruk. Tetapi harus bisa berpikir bagaimana mencari jalan keluar dari kondisi krisis pangan yang bakal dihadapi. Ke depan harus bekerja lebih keras lagi untuk mengatasi persoalan yang ada,” ujar Charles.
Anggota DPD RI asal NTT Ibrahim Agustinus Medah mengatakan upaya penanaman bawang secara simbolis dalam rangka antisipasi gagal tanam menunjukkan bahwa bupati tanggap terhadap persoalan yang dihadapi warga. “Bupati baru beberapa waktu dilantik menjadi bupati tapi sudah tanggap untuk menghadapi persoalan yang dialami warga akibat kurangnya curah hujan. Ini merupakan contoh pemimpin yang bertanggungjawab terhadap kondisi warga, karena pemimpin yang tanggap dengan persoalan tidak perlu berpikir panjang, tapi langsung ambil langkah antisipasi,” ujar Ibrahim.
Pada kesempatan itu Ibrahim, membagikan pengalaman teknik menanam bawang jenis tuk tuk dan memperkenalkan teknik tanaman ubi ungu yang jika ditaman bisa memberikan nilai tambah secara ekonomis bagi warga.
Menurut Ibrahim, ubi ungu bisa menghasilkan buah dengan berat mencapai tiga sampai lima kilogram dalam waktu tiga sampai empat bulan.
Selain dijual, hasil produksi bisa dikonsumsi manusia dan juga bisa untuk ternak, termasuk daun ubi unggu bisa dijadikan pakan sapi.
Bupati Belu Willy Lay mengatakan, dalam rapat terungkap kalau di Belu ada beberapa wilayah yang alami kekeringan dan terparah ada di Kecamatan Kakuluk Mesak. “Saya diskusi bersama wakil bagaimana membuat terobosan yang menghadapi kondisi gagal tumbuh dan gagal tanam yang dialami warga akibat kemarau. Untuk tanam padi dan jagung tidak bisa lagi, maka saya pastikan untuk tanam bawang,” ujar Willy.
Lanjut Willy, dirinya lalu memerintah untuk mengolah lahan warga menggunakan traktor walaupun tak ada solar pihak membantu pengadaan solar hingga lahan belukar disulap menjadi bedeng untuk tanam bawang.
Selain tanam bawang merah jenis tuk tuk, warga juga diminta siapkan lahan untuk penanaman ubi ungu seluas lima hektare. “Ini peluang yang harus dimanfaatkan oleh petani.
Kepala Badan Ketahanan Pangan Belu Alfredo Amaral melaporkan ada lahan seluas 10 hektare yang siap digarap untuk tanam bawang merah yaitu di Desa Fatuketi dan Desa Dualaus. (C-1)

Baca Juga :

Komentar Anda

avatar

wpDiscuz