Jumat, 27 April 2018 | 08:59
3

Bulog Salurkan Raskin Rusak

BADAN Urusan Logistik (Bulog) Sub Divisi Regional Ruteng salurkan beras untuk masyarakat miskin (Raskin) dalam kondisi rusak. Hal itu diketahui saat pembagian raskin untuk rumah tangga sasaran penerima manfaat (RTSPM) Kelurahan Watu, Kecamatan Langke Rembong, Senin (20/4) siang.

 
Pantauan VN di kantor Lurah Watu, Kampung Nekang, Ruteng, sejumlah warga terlihat mengantre pembagian raskin oleh petugas kelurahan. Beberapa warga yang telah mendapatkan bagiannya dan memeriksa kondisi beras menyampaikan kekecewaannya.

 
“Beras yang kami terima dalam kondisi rusak. Tahun-tahun sebelumnya juga kami terima beras seperti ini,” ujar salah seorang warga. Ia mengaku tak tahu akan berbuat apa setelah menerima beras itu. “Kalau ada warga yang lain yang mengembalikannya, saya juga ikut,” imbuhnya.

 
Lurah Watu Hendrik Jegaut menunjukkan kepada wartawan kondisi beras yang baru didroping Senin pagi itu. “Teman-teman wartawan silakan melihat sendiri. Inilah kondisi beras yang kami terima. Kami arahkan agar kalau ditemukan yang rusak supaya dikembalikan,” ujar Hendrik.

 
Tampak kondisi beras berwarna kekuning-kuningan dengan sebagian butir beras patah-patah dan banyak terdapat dedak halus. “Kalau masyarakat mau tolak, silakan. Kalau kami yang tolak nanti kami dianggap memprovokasi masyarakat,” imbuhnya.

 
Ia mengatakan, jika ada yang menolak raskin karena kondisinya rusak, mereka akan mengarahkan warga ke Dolog Divisi Regional Ruteng. Di Kelurahan Watu terdapat 108 RTSPM. Penerimaan beras kali ini merupakan semester pertama yakni untuk bulan Januari sampai Juni 2015. Setiap RTSPM mendapat jatah 90 kg.

 
Dikonfirmasi langsung di kantornya, Kepala Sub Divisi Regional Bulog Ruteng Imanuel Louk mengatakan, raskin yang dibagikan saat ini berasal dari Banyuwangi, Jawa Timur. Selain Banyuwangi, ada pula dari Sumbawa, NTB. Beras dari kedua wilayah itu merupakan hasil panen tahun lalu.

 
Ia mengatakan, Badan Urusan Logistik (Bulog) terpaksa mendatangkan beras dari luar Manggarai, karena harga beras petani saat ini lebih tinggi dari harga yang ditentukan pemerintah. Harga pemerintah Rp 7.300 per kilogram beras medium. Namun harga beras medium petani lokal saat ini di atas Rp 7.500 per kilogram.

 
Terkait kondisi beras yang rusak, ia mengatakan telah memeriksa kondisi beras tersebut sebelum didistribusikan kepada masyarakat. “Kita sudah periksa dan tidak ada yang rusak. Hanya memang dia kuning dan patah-patah saja. Tapi patahnya di bawah 20 persen dan itu masih normal. Tetapi kalau masyarakat temukan ada yang rusak, silakan kembalikan ke kami dan kami siap ganti,” ujarnya.

 
Senin sore, Imanuel mengirim pesan singkat kepada VN memberitahukan bahwa warga Kelurahan Watu mengembalikan 13 karung raskin yang kondisinya kurang baik. Ia juga mengatakan, raskin yang dikembalikan itu sudah diganti dengan raskin yang baik. (R-3)

Baca Juga :

Komentar Anda

avatar

wpDiscuz