Jumat, 20 April 2018 | 16:55
foto beras baru1

Bulog NTT Mulai Serap Beras Petani

BULOG Divisi Regional NTT mulai menyerap beras petani mulai pekan depan. Kepala Bidang Pelayanan Publik Bulog NTT Alexander Malelak di Kupang Minggu (12/4), mengatakan, penyerapan bulog tersebut masih terbatas di tiga sentra produksi padi mengingkat sebagian besar petani belum memasuki panen raya.

 
Tiga daerah itu ialah Persawahan Lembor, Manggarai Barat, dan dua persawahan masing-masing di Sumba Barat, dan Manggarai. Beras yang dilepas petani sesuai harga pembelian pemerintah (HPP) yang sebesar Rp 7.300 per kilogram (kg). “Berikutnya akan dilakukan penyerapan beras di Pulau Rote,” ujarnya.

 
Saat ini harga beras di tingkat petani masih di atas HPP yakni berkisar Rp 8.000 per kg sampai Rp 8.500 per kg. Akan tetapi pada panen raya, harga beras di petani biasa turun di bawah HPP antara Rp 6.000 per kg sampai Rp 7.000 per kg.

 
Ia mengatakan, tahun ini Bulog Divre NTT akan menyerap 15.000 ton beras. Jumlah itu sama seperti target pada 2014, namun penyerapan beras pada 2014 hanya mencapai 5,4 ton.
Petani di persawahan Oesao, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang belum bersedia menjual beras ke Bulog karena harga beras masih di atas HPP. Harga beras di daerah itu Rp 10.000 per kg, namun cenderung turun menyusul beras yang masuk ke pasar terus bertambah.

 
Imanuel Polin, petani setempat mengatakan pada panen raya, harga beras petani anjlok sampai Rp 5.000 per kg. Kondisi itu membuat petani rugi. “Jika harga beras anjlok, petani biasa menjual beras ke Bulog,” ujarnya. (mi/C-1)

Baca Juga :

Komentar Anda

avatar

wpDiscuz