Senin, 23 April 2018 | 19:44
7

Bulog NTT Khawatir Serapan Beras Rendah

HARGA beras di tingkat petani di NTT berkisar antara Rp 9.000-Rp 10.000 per kilogram (kg) lebih tinggi dari harga pembelian pemerintah (HPP) sebesar Rp 7.300 per kg. Perbedaan harga beras yang cukup besar tersebut dikhawatirkan mempengaruhi penyerapan beras dari Bulog.

 
Hal tersebut disampaikan Kepala Bulog Divisi Regional (Divre) NTT Mustofa Kamal kepada wartawan di Kupang, Selasa (21/4). Ia mengatakan, target penyerapan beras petani 2015 sebanyak 15.000 ton. Akan tetapi, baru sampai April, beras yang sudah diserap baru mencapai tiga ton. Pada 2014, target penyerapan Bulog juga sebesar 15.000 ton, akan tetapi penyerapan beras hanya mencapai 5,4 ton.

 

Salah satu kendala minimnya penyerapan beras ialah perbedaan HPP dan harga beras yang berlaku di petani. “Naiknya HPP menjadi Rp 7.300, target itu diharapkan terpenuhi,” kata dia. Menurut Mustofa, minimnya penyerapan beras Bulog membuat ketergantungan NTT terhadap beras dari daerah lain cukup besar. Setiap tahun, kebutuhan beras di daerah ini sebanyak 100.000 ton.

 

Penyerapan yang sangat kecil membuat ketergantungan beras dari daerah sangat besar. Kondisi seperti ini juga membuat stok beras hanya mampu bertahan selama tiga bulan.
Salah satu penjual beras di Pasar Oesapa, Kota Kupang, Nehemia Olin mengakui harga beras yang didatangkan dari petani Oesao dijual dengan harga Rp 8.000 per kg sampai Rp 9.000 per kg.

 
Salurkan 16,2 Ton Raskin Terpisah, Kepala Bagian Humas Bulog Divre NTT Marselina Rihi mengatakan, selama triwulan pertama 2015, Bulog menyalurkan 16,2 ton lebih beras untuk rakyat miskin (raskin) kepada 421.799 rumah tangga sasaran penerima manfaat (RTS-PM).

 
“Pagu raskin yang dialokasikan pemerintah untuk NTT tahun 2015 sebanyak 75,9 ton lebih. Beras yang sudah disalurkan sampai triwulan pertama sebanyak 16,2 ton,” kata Marselina. Dia mengatakan, alokasi raskin untuk NTT pada 2015 sama seperti alokasi pada 2014. “Artinya, kebutuhan dan ketergantungan masyarakat terhadap raskin masih
tinggi dan ini menunjukkan bahwa Program Raskin masih sangat dibutuhkan,” katanya. (mi/C-1)

Baca Juga :

Komentar Anda

avatar

wpDiscuz