Minggu, 22 April 2018 | 18:18
Editorial koruptor harus berani di berantas
istimewa

Bersih-Berani-Berantas!

Victory-News, JIKA seorang pejabat publik di Jepang, Korea Selatan dan Singapura diberitakan media baik cetak maupun televisi karena isu negatif, maka ia merasa sudah dihukum secara sosial. Apalagi isu itu berkaitan dengan dugaan korupsi, ia hampir pasti langsung mengundurkan diri.

Menarik kala Badan Litbang Pemprov NTT menemukan satu poin penting bahwa pemberitaan media tidak mengurangi korupsi di NTT. Temuan itu tak salah. Media itu watch dog; anjing pengawas agar elite-elite pemerintah tidak lompat keluar pagar. Paling modern, media itu bekerja mirip CCTV; pemantau kerja pemerintah.

Media juga berfungsi mirip seekor lalat; pemberi kabar kepada pemerintah dan publik tentang adanya zona-zona busuk dan bangkai-bangkai di tubuh birokrasi. Media bukan “penggigit” karena urusan menggigit adalah kerja kepolisian, kejaksaan, BPK, KPK dan pihak berwenang lainnya.

Jika warta dan gonggongan media tidak diberi telinga oleh aparat penegak hukum berarti ada dua problem di sana. Pertama, aparat penegak hukum bermasalah dalam dirinya sehingga ia tidak berniat, tidak mampu dan tidak mau menghabisi koruptor. Kedua, elite birokrasi membiarkan laju korupsi itu.

Fakta tidak digubrisnya gonggongan media juga menjadi tanda kalau elite-elite di NTT (eksekutif, legialatif, yudikatif) mengalami kekosongan rasa malu. NTT tengah menyandang gelar runner up korupsi setelah Sumut. Adakah elite daerah ini bergegas menanggapi kenyataan itu?

Apalah artinya media sebagai anjing pengawas, lalat dan CCTV jika penegak hukum tidak bergigi, bekerja setengah hati dan bahkan tidak berniat membersihkan NTT dari kebusukan korupsi? Media telah banyak mengabari dan membawa ke meja penegak hukum problem korupsi. Kapan dieksekusi?

Teriakan media, LSM dan seluruh elemen penggiat anti korupsi berujung sia-sia. Ujaran tua bilang; tidak mungkinlah pencopet meneriaki pencopet. Jika satu lembaga pemerintahan bersih, maka korupsi di NTT bisa menjauh. Masih adakah yang bersih? Jangan-jangan semuanya tersungkur.

Bersih itu syarat agar berani. Keberanian ada karena tiadanya perilaku korup. Rumus itu sederhana. Jadi gonggongan media saja tidak cukup. Penggigit sesungguhnya adalah penegak hukum, dibantu niat baik pemerintah. NTT hanya bisa bersih jika rumus ini dijalankan:

Bersih-Berani-Berantas!

Baca Juga :

Komentar Anda

avatar

wpDiscuz