Jumat, 27 April 2018 | 08:45
27

Berdayakan Masyarakat dari Keluarga

MENJADI istri Bupati Sumba Barat Daya (SBD), tidak lantas membuat Ratu Ngadu Bonu Wula-Talu berpangku tangan. Persoalan kemiskinan dan ketakberdayaan masyarakat membuatnya terpanggil untuk berkarya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan kemampuan yang dimilikinya, dia melakukan berbagai hal untuk membangun masyarakat Kabupaten SBD.

 
Sebagai aktivis perempuan, dirinya melihat bahwa perempuan merupakan potensi dan aset yang unggul. Karena itu, dia ingin memberdayakan ibu-ibu rumah tangga sebagai salah satu penggerak ekonomi keluarga. Ratu Wula memulai pemberdayaan dari keluarga untuk memajukan dan menyejahterakan masyarakat SBD.

 
Dalam pandangannya, rumah tangga merupakan miniatur sebuah negara. “Oleh karenanya, untuk menyejahterakan masyarakat secara keseluruhan, hal pertama yang harus dilakukan adalah dengan mendahulukan kesejahterakan rumah tangga,” ujar srikandi Pemuda Pancasila tahun 2009 itu.

 
Ketua PKK dan Dekranasda Kabupaten SBD ini mempunyai pemikiran bahwa mendorong pemberdayaan keluarga dengan mengaktifkan dan mengoptimalkan kaum perempuan melalui PKK dan Dekranasda, maka keluarga-keluarga yang ada bisa dibimbing untuk bangkit dan keluar dari keterpurukan melalui keterampilan dan keterampilan yang dimiliki.

 
Mantan Ketua BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) Fakultas Teknik Universitas Mataram itu juga mengisahkan bahwa jiwa aktivisnya muncul sejak masih di bangku SD. Sejak SD dia menjadi ketua kelas dan mulai belajar untuk menjadi pemimpin. Diakuinya, sebagai seorang aktivis dirinya terbeban dan tidak berdiam diri. Melalui PKK dan Dekranasda yang dinahkodainya, Ratu Ngadu membuat berbagai program pemberdayaan masyarakat di Kabupaten SBD.

 

Program pemberdayaan terutama ditujukan kepada kaum perempuan untuk menumbuhkan ekonomi kreatif, baik melalui pengelolaan pangan lokal sebagai olahan khas yang bernilai ekonomis, pembentukan dan pendampingan kelompok-kelompok kerajinan tenun khas SBD, juga pendampingan terhadap kelompok-kelompok usaha mikro serta mengupayakan pembangunan SDM melalui organisasi kepemudaan yang dipimpinnya.

 
Ketua Institu Karatedo Indonesia (Inkai) Kabupaten SBD ini bercita-cita menciptakan masyarakat SBD yang mandiri secara ekonomi dan sejahtera pada masa mendatang. Alumnus Fakultas Teknik Universitas Mataram itu juga tengah giat menghidupkan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten SBD. Hal itu lantaran dia berkeinginan agar para kaum muda dapat menjadi tulang punggung dalam mendukung pembangunan masyarakat SBD.

 
Menurutnya, para pemuda perlu untuk digiatkan agar lebih peka dan menjadi mitra yang mampu memberikan kontribusi dalam pengembangan dan pembangunan masyarakat. Kaum muda harus menjadi motor penggerak dan inovator dalam bingkai pembangunan SBD menuju kesejahteraan.

 
Masyarakat, katanya, mempunyai kemampuan. Namun, hanya karena selama ini belum dilakukan pendampingan dan pemberdayaan guna mengoptimalkan potensi alam yang dimiliki menjadi modal kehidupan. Oleh karena itu, melalui PKK dan Dekranasda, jiwa wirausaha dibangun guna menumbuhkan semangat masyarakat dalam mengelola komoditi-komoditi lokal sebagai potensi unggulan yang bernilai ekonomis.

 
Melalui usahanya, kelompok PKK yang dipimpinnya kini telah membentuk kelompok-kelompok usaha masyarakat dengan tujuan membantu mereka mengelola potensi-potensi yang ada dengan bantuan modal usaha dan pelatihan pengembangan usaha. Tidak hanya kaum perempuan, melalui program-program yang digulirnya, kaum laki-laki pun turut dilibatkan untuk berkontribusi serta bergabung dalam program pemberdayaan PKK di Kabupaten SBD.

 
Anggota Angkatan Muda Partai Golkar 2003 itu mengakui, Kabupaten SBD mempunyai potensi sumber daya alam yang sangat besar. Potensi-potensi itu perlu diusahakan dan dikelola demi kemaslahatan masyarakat. Sebelum dikelola, masyarakat pun harus dibangun kesadarannya bahwa mereka punya kekayaan alam yang bisa dikelola untuk kesejahterannya.

 
Dengan melihat potensi-potensi yang ada, bisa diciptakan lapangan kerja agar kesejahteraan masyarakat SBD bisa ditingkatkan. “Lihat potensinya apa, kita tinggal ciptakan pekerjaan yang berkaitan dengan potensi itu. Misalnya, di SBD pertaniannya bagus, maka yang harus dilakukan selanjutnya adalah pengolahan hasil produksi pertanian yang lebih bernilai ekonomis,” ujar Ketua KNPI Kabupaten SBD ini.

 
Dia bermimpi bahwa suatu saat dengan apa yang dilakukannya sekarang, ada masyarakat SBD yang bisa menjadi wirausahawan handal dan dapat mengharumkan Kabupaten SBD. Mimpi itu, kata Ratu Wulla bisa diwujudkan, asalkan ada komunikasi yang baik dan intens dengan masyarakat. Pola komunikasi serta hubungan baik dengan masyarakat adalah hal paling utama dalam menyukseskan semua program.

 
Masyarakat, katanya, sangat membutuhkan perhatian. Jangan membiarkan masyarakat seolah berjalan sendiri, namun harus diajak dan dirangkul untuk melaksanakan setiap program pemberdayaan demi meningkatkan kesejahteraan mereka.

 
Sejauh ini, melalui komunikasi yang dijalankan secara rutin oleh PKK, masyarakat meresponnya secara positif sehingga banyak yang telah berpartisipasi untuk diberdayakan melalui program-program PKK. Melalui PKK pula, telah dibentuk kelompok-kelompok usaha kreatif di 11 kecamatan yang tersebar di SBD.

 
Membantu masyarakat melalui program pemberdayaan, sudah sepatutnya dilakukan. Selain karena dia sebagai Ketua PKK dan Dekranasna, juga karena menyadari diri sebagai umat ber-Tuhan. Motivasi utama dalam memberdayakan masyarakat adalah keluarga. Oleh sebab itu, di tengah kesibukannya, Ratu Wulla selalu meluangkan waktu untuk bersama anak-anak dan keluarganya.

 
Dia mengungkapkan bahwa motivasi hidupnya menjalani hidup adalah dengan memaknai puisi penyair Taufik Ismail. ‘Kalau engkau tak mampu menjadi jalan raya, jadilah saja jalan kecil. Tetapi jalan setapak yang membawa orang ke mata air’. Itulah sepenggal puisi Taufik Ismail yang selalu memotivasinya untuk melakukan sesuatu yang berarti bagi masyarakat SBD. (mg-11/R-1)

Baca Juga :

Komentar Anda

avatar

wpDiscuz