Jumat, 27 April 2018 | 08:42
1

Benahi RSUD Kefamenanu

PELAYANAN buruk telah menjadi brand image RSUD. Citra buruk yang telah lama melengket kuat pada seluruh rumah sakit milik pemerintah, ketimbang swasta. Padahal dana operasionalnya bersumber dari uang rakyat melalui APBD. Penggunaan dana rakyat tidak dibalas dengan fasilitas, manajemen, dan pelayanan terbaik bagi rakyat.

 
Publik pun merasa sukar bicara RSUD atau rumah sakit milik pemerintah tanpa bicara pelayanan buruk. Citra jelek itu juga menimpa RSUD Kefamenanu. Satu contoh terburuknya adalah ketiadaan stok darah. Kondisi yang sangat memprihatinkan. Instansi terkait seperti Palang Merah Indonesia (PMI) TTU pun didapati telah lama tidak menyediakan stok darah.

 

Sejatinya ini bukan hal baru. Ia menimpa hampir seluruh RSUD yang ada di NTT. Jadi, kita tidak perlu lagi bicara RSUD semata, namun juga bicara perhatian pemda. Citra buruk RSUD juga menjadi citra buruk kerja dan pelayanan pemerintah. Pelayanan buruk mengindikasikan bahwa pemda memang tidak serius mengurus rakyat.

 
Padahal, RSUD harus menjadi wujud penting kerja pokok pemerintah. Ini catatan serius yang harus segera diperbaiki pemda setempat. Pemda wajib membuka mata dan menyadari bila pelayanan kesehatan adalah kebutuhan mendasar.

 

Pertanyaan besar buat publik adalah mengapa RSUD yang didanai uang rakyat tidak mampu memenuhi standar pelayanan terbaik? Persoalan serius pasti terletak pada sistem, manajemen dan kepemimpinan di RSUD tersebut. Karenanya, tugas utama pemda adalah segera memeriksa dan membenahi seluruh sistem kerja RSUD yang ada.

 

pembenahan dan perombakan wajib dimulai dari perhatian pemda agar lebih serius mengurus kualitas pelayanan kesehatan. Bila pemda serius maka sistem dan manajemen pelayanan RSUD pun pasti ikut berubah. Pelayanan kesehatan adalah wujud serius atau tidaknya pemda mengurusi rakyat.

 

Pelayanan buruk pertanda ketidakseriusan pemda. Sebaliknya, pelayanan baik pertanda niat baik pemda melayani masyarakat. Jadi soalnya terletak pada niat baik pemerintah. Jadikan masalah ketiadaan stok darah di RSUD Kefamenanu sebagai pelajaran penting. Rombak dan segera benahi kerusakan sistem pelayanan pada RSUD tersebut. Perubahan selalu datang dari niat serius dan tulus. Masyarakat menunggu niat serius itu.

Baca Juga :

Komentar Anda

avatar

wpDiscuz