Jumat, 20 April 2018 | 16:59

Benahi Demografi NTT

SEJAK 1970-an Indonesia mulai sibuk membenahi dan mengerem laju peningkatan jumlah penduduk. Program Keluarga Berencana (KB) pun digelorakan. Destinasi utamanya adalah meningkatkan kesejahteraan keluarga dengan tagline ‘Norma Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera (NKKBS). Program bagus yang membutuhkan kerja serius.

 
Logikanya bahwa angka kelahiran tinggi bila tidak diimbangi dengan layanan kesehatan, pendidikan dan kesejahteraan hanya akan menghasilkan ledakan penduduk yang sarat masalah. China mengalami problem itu lalu dibenahi secara serius. Indonesia dan India hampir mirip; jumlah penduduk meningkat tajam namun problem menguat pada kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan.

 
Akibatnya, kualitas generasi umur produktif bermasalah besar dan terus meningkat seperti pengangguran, kemiskinan dan kebodohan. NTT masuk dalam empat provinsi teratas dengan masalah tersebut, menemani Papua, Papua Barat dan Maluku. Problem kemiskinan, rendahnya kesejahteraan, tenaga kerja bermasalah (TKW/I) asal NTT dan kebodohan mesti juga dilihat dari problem kependudukan.

 
Angka kelahiran tinggi menelurkan problem pada kesejahteraan, pelayanan kesehatan dan kualitas pendidikan. Angka generasi produktif bertambah namun tidak diimbangi jumlah lapangan kerja. Hal ini otomatis menghasilkan generasi bermasalah. Padahal, masalah kependudukan wajib memenuhi dan mengatasi ketiga hal tersebut di atas. Karena itu kita mendorong agar Pemprov dan seluruh pemda di NTT mengurus secara serius masalah kependudukan ini.

 

Dinas-dinas terkait seperti BKKBN, Dinas Kesehatan dan bahkan Dinas Pendidikan perlu melakukan kolaborasi dan koordinasi terpadu. Tujuannya agar masalah kependudukan bisa diperbaiki secara serius, paling tidak dengan menggemakan kembali Program KB itu.

 
Dalam kondisi ekonomi, pendidikan, dan kesehatan yang belum mumpuni, NTT membutuhkan pengereman laju kelahiran dengan Program KB. Harapannya agar keluarga-keluarga kecil yang terbangun dapat mengubah dan membawa dampak pada kualitas dan sumber daya manusia NTT yang lebih bermutu.

 

Bersama pemerintah, seluruh masyarakat NTT didorong untuk menguatkan kembali Program KB; sebuah program yang berdiri di atas kesadaran keluargakeluarga membentuk keluarga kecil secara jumlah (dua anak cukup) namun berkualitas. Keyakinan kuno “banyak anak banyak rezeki” untuk saat ini perlu kita ubah menjadi “keluarga kecil bahagia sejahtera.” Mari benahi NTT mulai dari realisasi Program KB!

Baca Juga :

Komentar Anda

avatar

wpDiscuz