Sabtu, 21 April 2018 | 19:35
39

Beasiswa Wali Kota

HUT ke-19 Kota Kupang yang belum lama ini dirayakan, selain bertabur semarak sukacita, juga bertebar pesona program. Selain klaim sukses membawa perubahan, Wali Kota Jonas Salean juga melaunching program baru di tengah tempik sorak acara, yakni pemberian beasiswa kepada seribu mahasiswa dari keluarga ekonomi lemah.

 
Sesuai penjelasan Wali Kota Jonas, seribu mahasiswa itu diberikan beasiswa selama empat tahun, dengan alokasi dana Rp 2,5 juta per tahun. Program pemberian beasiswa ini patut diberi perhatian khusus untuk beberapa alasan. Pertama, sudah menjadi kewajiban pemerintah untuk “mencerdaskan kehidupan bangsa’ sesuai amanat Konstitusi.

 

Apalagi, yang dibantu adalah mahasiswa cerdas dari keluarga kurang mampu secara ekonomi. Untuk alasan ini, program beasiswa-nya Jonas patut diapresiasi dan didukung. Kedua, program bantuan selalu rawan masalah. Apalagi tidak didukung konsep yang matang.

 

Transparansi penetapan kriteria penerima bantuan menjadi syarat mutlak untuk tidak mengulang kesalahan program bantuan raskin dan program Dana DeMAM-nya Gubernur, yang justru menimbulkan kecemburuan sosial.

 

Untuk alasan kedua ini, program beasiswa ini masih menyimpan sejumlah tanda tanya; yaitu soal kriteria penerima, soal apakah penentuan penerima beasiswa bersifat “top down” dalam arti Pemkot yang berinisiatif “mencari” mahasiswa kurang mampu, ataukah bersifat “bottom up”, dimana Pemkot menunggu saja proposal yang masuk dan diseleksi sesuai kriteria yang sudah ditetapkan.

 
Masih ada potensi masalah dari aspek “keadilan” pemberian beasiswa, yaitu apakah angka seribu mahasiswa itu bakal “dibagi” merata di 51 kelurahan di enam kecamatan, ataukah disesuaikan saja dengan proposal yang masuk. Ketiga, program “bagi-bagi uang” selalu rawan motif politik.

 

Pesona program kemanusiaan ini harus dipastikan bersih dari unsur politik. Apalagi, bantuan beasiswa ini dilaunching di tengah suhu politik Kota Kupang yang mulai menghangat setelah Jonas menyatakan akan maju lagi dalam Pilkada 2017 mendatang. Kita berharap, beasiswa yang diberikan Jonas untuk seribu mahasiswa itu murni bantuan untuk peningkatan SDM, bukan bantuan politis jelang perhelatan Pilkada mendatang.

Baca Juga :

Komentar Anda

avatar

wpDiscuz