Senin, 23 April 2018 | 19:44
21

Batu Akik Perlu Regulasi

MARAKNYA Batu akik atau batu permata di NTT kian membooming dan menyita banyak perhatian masyarakat. Oleh karena itu, untuk mengangkat nilai estetika dan menjaga lingkungan ketika para pencari batu akik melakukan penggalian perlu ada perda khusus batu akik.

 
Demikian disampaikan Ketua Asosiasi Batu Akik Permata Timor Simeon Benu kepada VN, Sabtu (23/5), saat ditemui wartawan di pameran batu akik di halaman Dispenda Kota Kupang.
Menurutnya, dari segi nilai, batu akik memiliki nilai estika yang mahal. Namun, masyarakat hanya menghargai nilai jual batu akik dengan harga yang minim.

 
“Kita juga sudah membentuk asosiasi dari semua unsur yang tecakup di dalamnnya pengusaha, pengrajin batu akik, penggemar batu akik, kolektor, dan penikmat batu akik dengan tujuan untuk mengintervensi pemerintah melegitimasi asosiasinya dan membuat regulasi khusus untuk batu akik. Karena dapat menghasilkan pendapatan bagi daerah,î ungkapnya.

 
Sementara itu, Ketua panitia pameran batu akik Jordan Mandala mengatakan, pameran batu akik dilakukan secara swadaya. Namun, dia berharap agar pengelolaan batu akik tersebut dapat mengeksploitasi batu akik dengan nilai jual sebenarnya.

 
Terpisah, Anggota DPRD Kota Kupang yang juga pengusaha batu akik Yapi Pinggak mengatakan, batu akik yang membooming saat ini merupakan suatu fenomena alam yang perlu ditinjau nilai bisnisnya. Karena itu, perlu campur tangan pemerintah untuk mengadakan sebuah regulasi khusus batu akik.
Pengunjung Membludak
Disaksikan VN, Sabtu (23/5) malam, pengunjung di arena pameran itu membludak. Tidak hanya orag dewasa, tetapi juga anak-anak memadati pameran itu.  Tampak pula para pengunjung itu keluar masuk di satan pameran itu. Ada yang membeli, ada pula yang hanya sekadar melihat berbagai jenis batu akik secara dekat.

 
Salah satu penjual dan juga pengrajin batu akik Jane menjelaskan, umumnya batu akik dalam pameran itu berjenis mineral atau batu tambang seperti fosil, crisyocola, dan calcedony. “Batu dengan masing-masing karakter yang unik tersebut mempunyai nilai jual yang berbeda pula,” ujarnya. Dia menjelaskan, selama pameran, dia mendapatkan Rp 4 juta hingga Rp 10 juta per hari dari menjual batu akik. Dalam sehari, kata dia, bisa 10 hingga 15 orang yang membeli batu akiknya. (C-1)

Baca Juga :

Komentar Anda

avatar

wpDiscuz