Jumat, 23 Februari 2018 | 02:38

Banjir Terjang Lima Desa

berlAri dalam genangan air: Akibat curah hujan cukup tinggi, Jumat (21/6) menyebabkan lima desa di wilayah selatan Kabupaten TTS tergenang air setinggi lutut orang dewasa. Nampak salah seorang anak berlari di atas genangan air.
berlAri dalam genangan air: Akibat curah hujan cukup tinggi, Jumat (21/6) menyebabkan lima desa di wilayah selatan Kabupaten TTS tergenang air setinggi lutut orang dewasa. Nampak salah seorang anak berlari di atas genangan air.

Victorynews-media.com.TTS-BANJIR menerjang areal permukiman dan persawahan warga di Desa Bena, Oebelo, Toineke, Tuafanu, dan Kiufatu di Kecamatan Amanuban Selatan dan Kualin, Kabupaten TTS, Jumat (21/6) dini hari sekitar pukul 02.00 Wita.

Sejumlah ternak piaraan warga seperti babi, sapi, dan ayam hilang serta tanaman padi rusak dan terancam tidak dapat dipanen. Warga yang mendiami ribuan rumah di wilayah itu, sempat mengungsi ke tempat aman, namun sekitar pukul 16.00 Wita sudah kembali ke rumah mereka setelah air surut.

Kejadian ini melumpuhkan arus transportasi dari dan ke wilayah itu selama beberara jam, karena jalan negara yang melintasi, ikut tergenang air. Bahkan sejumlah sekolah meniadakan aktivitas belajar mengajar, karena kawasan sekolah juga terendam air.

Simon Petrus Selan dan Niko Un warga RT 07/RW 03 Desa Oebelo di lokasi kejadian mengatakan, air mulai masuk menggenangi wilayah itu sekitar pukul 02.00 Wita setelah wilayah itu diguyur hujan sejak pukul 23.00 Wita.

Setahu mereka, banjir yang menggenangi rumah warga hingga di atas lutut orang dewasa itu berasal dari sejumlah sungai kecil yang ada di bagian utara desa seperti Sungai Fautmuti, Oekiu yang induknya di Kiubaat. Niko Un menambahkan, wilayah itu menjadi langganan banjir setiap kali ada hujan lebat dalam beberapa jam.

Bupati TTS Paul Mella yang tiba di lokasi kejadian sekitar pukul 12.00 Wita bersama sejumlah Kepala SKPD, langsung memberikan sejumlah bantuan tanggap darurat dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah.

Bupati Mella mengakui, wilayah tersebut menjadi salah satu titik bencana banjir setiap tahunnya. Sejumlah sungai yang melintasi wilayah itu menjadi penyuplai air, saat hujan yang berdampak buruk bagi warga.

Tahun ini, sudah direncakan untuk melakukan normalisasi sejumlah kali di wilayah itu dan pembangunan penahan sedimen kali untuk mencegah luapan air masuk ke permukiman dan areal persawahan warga.

“Tahun ini dengan Balai Sungai akan melakukan pembangunan penahan  sedimen di Sungai Noemuke dan titik lainnya,” kata Paul Mella.

Kadis PU TTS Semmy Nggebu mengatakan, diperlukan  bangunan pengendali air seperti bendungan.

Anggota DPRD TTS dari wilayah tersebut Benny Poa mengatakan, upaya pencegahan yang mesti dilakukan pemerintah adalah, pembangunan jebakan-jebakan air seperti embung dan lainnya. Sementara untuk upaya jangka panjang, pemerintah perlu melanjutkan pembangunan Bendungan Meo Nabuasa di Desa Kiubaat, sehingga air dari semua sungai yang mengalir ke permukiman dan areal persawahan di wilayah tersebut bisa tertampung di bendungan tersebut, baru disalurkan secara teratur ke persawahan dan permukiman warga.

Kejadian itu tidak sampai menimbulkan korban jiwa. Warga hanya mengalami kerugian materiil.

(R-2)jermy@victorynews-media.com

Baca Juga :

Komentar Anda

avatar

wpDiscuz