Kamis, 26 April 2018 | 23:34
5

Badrodin Dapat Simpati dari Komisi III

SETELAH melakukan pertemuan dan dialog dengan Komjen Badrodin Haiti, sebagai bagian dari uji kepatutan dan kelayakan, anggota Komisi III DPR RI menyatakan simpati kepada calon Kapolri tersebut. “Dari Pak Badrodin, kami anggota Komisi III menaruh simpati kepada keluarganya. Banyak hal menarik. Dari 10 fraksi yang hadir juga sudah beri pandangan yang akan jadi kesimpulan dan menentukan hasil paripurna,” ujar Azis yang didampingi sebanyak 30 anggota Komisi III saat konferensi pers usai bertemu Badrodin, Rabu (15/4).

 
Anggota Komisi III dari Fraksi Partai Demokrat Ruhut Sitompul meyakini uji kepatutan dan kelayakan Badrodin akan berlangsung sangat mulus. Ruhut mengatakan, sesi tanya jawab mampu membuat seluruh anggota Komisi III terharu. Selain itu, profil Badrodin yang pernah menjadi lulusan terbaik di Akademi Kepolisian juga jadi salah satu faktor pendukung lolosnya Badrodin dalam pencalonan menjadi Kapolri.

 
Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar dua jam itu, Badrodin yang didampingi istri dan dua anaknya menerima sejumlah pertanyaan dari anggota Komisi III. Beberapa diantaranya ditujukan ke sang istri, Tejaningsih, terkait penunjukkan suaminya sebagai Kapolri oleh Presiden Joko Widodo pada Februari lalu.

 
“Bu, siap jadi istri Kapolri?” tanya anggota Komisi III dari Fraksi PDI Perjuangan Junimart Girsang. Tejaningsih pun menjawab bahwa ia bahkan belum pernah bermimpi suaminya jadi Kapolri. Kepada Jon Azis dari Fraksi Partai Golkar yang memberikan pertanyaan serupa, juga ditanggapi bahwa sebagai istri akan mendukung keputusan suami.

 
Kemudian kepada dua anak Badrodin, khususnya kepada yang pertama, Farouk Haiti, pertanyaan yang diajukan ialah mengenai apakah siap tidak memakai nama besar sang ayah mengingat dirinya memiliki profesi yang sama. Sementara anak yang kedua, Fakhri Haiti, justru ditanyakan kenapa tidak mengikuti jejak ayahnya.

 
“Saya awalnya justru tertarik jadi dokter. Tapi, ibu saya kena sindrom Stevens-Johnson atau alergi obat dikarenakan ada salah minum obat. Padahal obatnya diberikan oleh rumah sakit. Karena itu saya daftar jurusan farmasi saat kuliah agar bisa keluarga dan nantinya pasien mengenai penggunaan obat,” terang Fakhri.  (mi/R-2)

Baca Juga :

Komentar Anda

avatar

wpDiscuz