Sabtu, 21 April 2018 | 19:26
ACARA PERGANTIAN SATGAS PAM PULAU TERLUAR (8) copy

Atasi Rasa Bosan dan Tetap Tanggung Jawab

WALAUPUN para anggota Satuan Tugas Pengamanan (Sargas Pam) Pulau Terluar yang berada di Pulau Batek dan Ndana, Rote Ndao selalu diresapi rasa bosan, tapi tantangan tersebut harus dilawan dengan tetap bertanggung jawab terhadap amanah yang telah diberikan negara.

 
Penegasan itu dikemukakan Komandan Korem (Danrem) 161/Wira Sakti Kupang Brigjen TNI Achmad Yuliarto dalam acara pergantian Satgas Pam Pulau Terluar Batek dan Ndana-Rote Ndao di Lantamal VII, Jumat (17/4).

 
Brigjen Yuliarto mengatakan, Satgas Pam Pulau Terluar akan bertugas selama sembilan bulan, dan setelah itu akan diganti.  Pergantian pasukan Satgas Pam Pulau Terluar Batek dan Pulau Ndana-Rote Ndao yakni dari pasukan Yonif 744/SYB dan Yonif Marinir 3 kepada Yonif 743/PSY dan Yonif Marinir 5. Untuk Pulau Batek dipimpin Kapten Marinir Wahid Hasyim dengan 17 anggota, sementara Pulau Batek dipimpin Letda Marinir Andreas Manalu dengan 26 anggota.

 
Brigjen Yuliarto mengatakan, sebagai penanggung jawab komando operasi pengamanan pulau terluar, ada empat wilayah yang menjadi lokasi fokus pengamanan yakni Pulau Batek, Ndana-Rote Ndao, Mengkudu, dan Pulau Ndana-Sabu Raijua.

 
“Kami memfokuskan dua pulau terluar yakni Batek dan Ndana-Rote karena wilayahnya yang sangat dekat dengan negara tetangga, yakni Distrik Oecusse-RDTL dan Ndana-Rote Ndo yang berbatasan langsung dengan Australia. Sementara untuk pulau Mengkudu, letaknya dapat dijangkau dari Kabupaten Alor, dan Pulau Ndana-Sarai berada di wilayah perairan Sarai sehingga tidak terlalu dikhawatirkan,” ungkapnya.

 
Kepada para anggota Satgas Pam Pulau Terluar Brigjen Yuliarto mengharapkan agar memiliki dedikasi yang tinggi, tetap menjaga kekuatan iman, waspada, dan saling beker jasama dalam melaksanakan tugas dan amanah. Apalagi, dalam tahun ini dianggarkan pembangunan sebuah mercusuar dan navigasi pelabuhan laut, sehingga wilayah tersebut tidak mudah dikuasai negara lain terutama di wilayah terselatan Indonesia.

 
Danlantamal VII Kupang Brigjen TNI (Mar) Denny Kurniadi mengatakan, pasukan marinir TNI AL yang tergabung dalam Satgas Pam Pulau Terluar harus mampu melaksanakan tugas yang diemban dengan penuh tanggung jawab.

 
“Dalam tugas ini tidak semudah yang dipikirkan, karena ada begitu banyak tantangan yang akan dihadapi selama berada di pulau tersebut. Kondisi sepi, dan rasa bosan tentunya tidak pernah luput, namun saya yakin bahwa sebagai anggota mampu mengatasinya, dan menjalani tugasnya hingga selesai,” ungkapnya.

 
Dia menambahkan, pihaknya akan terus melakukan pengamanan laut dan memantau kebutuhan para anggota Satgas selama berada di pulau tersebut terutama kebutuhan logistik dan pengobatan, serta kebutuhan lainnya yang menunjang kinerja anggota Satgas.

 
Setelah penerimaan tugas dan tanggung jawab kepada para pimpinan Satgas yang baru, dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Danrem terkait kondisi terkini Pulau Batek dan Ndana-Rote Ndao yang akan ditempati pasukan Satgas Pam. (tia/R-2)

Baca Juga :

Komentar Anda

avatar

wpDiscuz