Jumat, 27 April 2018 | 08:35
32

Aslinya Cita Rasa Kopi Tuk Bambam Manggarai

BAGI Anda pencinta kopi, berkunjung ke Manggarai Barat bisa sekalian memuaskan hasrat menikmati “kopi tuk” atau kopi tumbuk asli Manggarai. Mencicipi kopi tuk di tengah suasana dan cuaca yang dingin khas pedesaan Kampung Puar Lolos, Desa Wae Lolos, Kecamatan Sano Nggoang, Kabuapaten Manggarai Barat tentu akan menjadi keasyikan tersendiri.

 

Dari sekian banyak tempat meminum kopi, ada satu nama yang akan membuat Anda terkesan. Demos Cafe, kedai kopi yang sudah cukup terkenal dikalangan pecinta kopi lokal maupun mancanegara. Kampung Puar Lolos, Desa Wae Lolos ditempuh sekitar 40 menit perjalanan dari Kota Labuan Bajo, ibu kota Kabupaten Manggarai Barat. Berbeda dengan Kota Labuan Bajo yang udara pantai yang panas, di Kampung Puar Lolos udaranya dingin.

 
Demos Cafe, dikelola Robert Perkasa dan istrinya Emilia Fatima Sanur, guru SMPN 2 Mbeliling, dibantu seorang ponakannya.  Kedai kopi tersebut dibuat sangat sederhana, beratap terpal dan berdinding belahan bambu. Terdiri dari dua ruang, satunya dilengkapi beberapa meja dan kursinya, sementara pada bilik yang satunya, hanya ditempatkan meja dan tempat duduk dari batangan pohon tanpa dipoles berlebihan.

 
Nikmatnya minum kopi tuk bambam di Demos Cafe ada keistemewaan tersendiri. Selain harganya sangat murah (Rp 500 per gelas), pengunjung juga bisa menikmati view Laut Terang, Kecamatan Boleng Kabupaten Manggarai Barat. Dari dalam bilik kedai kopi sederhana itu, pengunjung dapat mengambil foto Laut Terang nan eksotik.

 
“Saya sengaja tidak menutup bilik kedai. Para wisatawan mancanegara lebih memilih duduk di bilik yang terdapat meja dan tempat duduk dari batangan pohon untuk mengambil foto Laut Terang. Selesai ambil gambar, dikenakan tarifnya Rp 10 ribu,” kata Robert.

 
Menurutnya, selain kopi tuk bambam, tersedia ramuan tali tendang melintang kali kering. Ramuan terbuat dari kunyit, temu lawak, dan tali tendang dari Hutan Mbeliling, yang khasiatnya bisa menyembuhkan berbagai penyakit.

 
Untuk diketahui kalau kedai ini menawarkan sejumlah menu minuman hangat lainnya, serta buah-buahan dari kebun si pemilik, di antaranya pisang, nanas, rambutan, dan durian. Demos kafe menjadi tempat persinggahan para wisatawan mancanegara, pengendara kendaraan bermotor dari arah Kota Labuan Bajo menuju Lembor dan Ruteng, dan sebaliknya.

 
“Setiap bulan kami menghabiskan 15 hingga 20 kilogram kopi Manggarai. Hasilnya cukup lumayan, berkisar Rp 2 juta lebih setiap bulannya,” ungkap Robert.   Wilayah Flores barat sangat terkenal sebagai penghasil kopi terbesar di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur. Bajawa, Colol, Kolang, dan beberapa wilayah lainnya merupakan penghasil kopi, yang sebagian besar dipasarkan ke Pulau Jawa.

 
Warga Flores barat yang melingkupi Bajawa, Manggarai, Manggarai Barat, dan Manggarai Timur merupakan warga petani campuran, karena, warga petani selain mengolah persawahan, juga menanam kopi, kemiri, cengkeh, kakao dan tanam pohon lainnya. Sejak gencarnya promosi Komodo masuk dalam tujuh keajaiban dunia baru, berbagai lembaga swadaya masyarakat, bahkan Keuskupan Ruteng bagian Delegatus Sosial juga mengembangkan kopi tuk organik petani Manggarai. (R-3)

Baca Juga :

Komentar Anda

avatar

wpDiscuz