Kamis, 26 April 2018 | 23:36
ANTONIO SOARES TIBA DI KUPANG 281015 (288 x 480)
istimewa

AS Hanya Pengguna

Victory-News, OKNUM anggota DPRD Provinsi NTT dari Partai Gerindra, AS (37) terancam hukuman empat tahun hingga maksimal 12 tahun penjara, karena positif mengkonsumsi narkotika jenis sabu-sabu.

AS yang sudah dinyatakan sebagai tersangka, bakal dijerat Pasal 114 ayat 1 Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika, karena kapasitasnya sebagai pemakai narkoba.

Hal tersebut disampaikan Kapolda NTT Brigjen Endang Sunjaya yang didampingi Direktur Reserse dan Narkoba NTT Kombes Kumbul KS, Kabid Humas Polda NTT AKBP Jules Abraham Abast di Markas Polda NTT, Rabu (28/10/2015).

Selain ancaman penjara, lanjut Kapolda, AS juga bakal dikenakan denda minimal Rp 800 juta dan maksimal Rp 8 miliar. “Sementara ini, perannya masih sebagai pengguna. Setelah penggerebakan di hotel, dilakukan tes urine dan hasilnya AS positif pakai narkoba,” tegasnya.

Sementara, untuk tersangka lainnya yang berinisial F alias B (44), yang berperan sebagai pemasok shabu-shabu untuk AS, akan dijerat Pasal 114 ayat 1 dan Pasal 112 ayat 1 serta Pasal 127 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 dengan ancaman hukuman minimal empat tahun dan maksimal seumur hidup.

“Untuk F alias B ini statusnya juga sebagai tersangka karena mengedarkan narkoba. F ditangkap di kamar nomor 702, Hotel Cipta, Jalan Pasar Minggu, Jakarta selatan oleh tim Satgas Direktorat Reserse dan Narkoba di bawah pimpinan AKBP Hotman Damanik,” tambahnya.

Dari tangan F alias B, berhasil mengamankan barang bukti berupa satu paket sabu, satu buah handphone, satu buah korek api gas, dan satu buah pipet kaca. “Antara AS dan F alias B, telah saling mengenal selama enam bulan terakhir dan terlibat dalam jaringan narkoba jenis sabu,” bebernya.

Informasi Bocor
Sementara itu, Dir Narkoba Kombes Pol Kumbul KS menjelaskan, sebenarnya F alias B memiliki jaringan lainnya. Namun, karena informasinya telah bocor, sehingga jaringannya pun tidak dapat terungkap.

“Kami melakukan penangkapan terhadap pelaku penggunaan narkoba saat tertangkap tangan menggunakan narkoba. Dan, perlu waktu untuk mengungkapkan jaringannya sehingga media pun harus bersabar. Sebab tidak ada yang ditutupi Polda NTT dalam mengungkap dan memberantas narkoba,” jelasnya.

Kumbul menambahkan, AS telah menjadi target Kepolisian karena keterlibatannya dalam penggunaan narkoba. Namun, pihaknya belum dapat menentukan langkah-langkah sehingga memerlukan waktu yang cukup untuk mengungkapkannya.

Terkait F alias B, lanjut dia, adalah jaringan dari AS. Barang bukti paket sabu tersebut sebanyak dua paket 0,5 gram dan harganya sekitar Rp 3,5 juta diperoleh dari F alias B.

Sedangkan terkait dengan dugaan seorang perempuan yang bersama AS di dalam kamar hotel, Kumbul mengatakan hal tersebut tidaklah benar. Sebab saat digerebek, hanya ada pelaku AS saja di dalam kamar hotel tersebut. Pihaknya kini masih mendalami informasi keberadaan seorang perempuan yang bersama AS. (tia/M-1)

Baca Juga :

Komentar Anda

avatar

wpDiscuz