Jumat, 27 April 2018 | 08:58
FOTO HAL 03 POLHUM PILKADA 140315 copy

APBD Rawan Dicoleng Jelang Pilkada

ANGGARAN pendapatan dan belanja daerah (APBD) ditengarai akan kembali menjadi bancakan para politikus di daerah yang akan menggelar pemilihan kepala daerah (Pilkada). Menurut Deputi Koordinator Indonesia Corruption Watch (ICW) Ade Irawan, tertutupnya proses penyusunan APBD sehingga tidak mudah diawasi masyarakat membuat APBD dengan mudah diselewengkan untuk kepentingan para calon kepala daerah.

 
Ade menyebut, jelang masa pilkada serentak pada akhir tahun ini, dana-dana dalam APBD seperti bantuan operasional sekolah (BOS) dan bantuan sosial (bansos) menjadi sasaran empuk para calon kepala daerah untuk dijadikan modal kampanye.

 
“Nanti ada 269 daerah yang akan menggelar pilkada secara serentak. Jika melihat kasus yang sering terjadi, dana BOS dan Bansos rentan dikorupsi oleh calon kepala daerah untuk modal kampanye,” ucapnya.

 
Sumbangan-sumbangan politik dari para pengusaha kepada calon kepala daerah, ujar Ade, juga sangat berkaitan dengan penyelewengan APBD. Menurutnya, para pengusaha yang mendukung secara finansial kepada salah satu calon tentu tidak akan menyumbangkan uangnya secara gratis sehingga banyak terjadi deal-deal politik antara oknum kepala daerah, DPRD, dan pengusaha untuk menyelewengkan dana APBD.

 
“Ada pengusaha spesialis APBD. Mereka mau menyumbang karena jika calonnya menang, bisnisnya akan jaya. Kalau kalah, bisnisnya bangkrut. Mereka bertaruh di situ. Mengaveling APBD biasanya pada proses tender dan pembagian proyek,” cetusnya.

 
Wali Kota Cilegon Iman Aryadi yang ikut dalam diskusi itu mengamini paparan Ade tersebut. Menurutnya, besarnya biaya politik yang dikeluarkan oleh setiap calon pada saat kampanye untuk menang memicu para kepala daerah untuk berinisiatif mengembalikan biaya kampanye dengan bermain anggaran daerah.

 
“Masyarakat harus melek politik. Masyarakat jangan memilih pemimpin yang didasari politik uang, tapi memilih pemimpin harus berdasarkan kualitas. Dengan itu tidak akan ada bandit anggaran,” ucapnya. (mi/R-2)

Baca Juga :

Komentar Anda

avatar

wpDiscuz