Kamis, 26 April 2018 | 23:36
56

Aparatur Kota tak boleh Santai

APARATUR lingkup Pemerintah Kota Kupang tidak boleh santai dan harus terus berinovasi  untuk meningkatkan pelayanan kepada seluruh masyarakat Kota Kupang.   Untuk itu, semangat perayaan Paskah kebangkitan Yesus harus membawa manfaat bagi aparatur Pemkot  dalam meningkatkan disiplin dan semangat pelayanan kepada masyarakat.

 
Demikian dikatakan Wali Kota Kupang Jonas Salean dalam acara Paskah Oikumene lingkup Pemkot Kupang di lantai satu Balai Kota Kupang, Kamis (9/4).  Dikatakannya, disiplin aparatur yang dimaksudkan adalah disiplin dalam segala hal. “Media tanya kenapa anggaran daya serap rendah dan baru pada November-Desember baru serapan tinggi,” katanya.

 
Kepada wartawan, kata Salean, ia menjelaskan bahwa ada dua kemungkinan, pertama reknan yang mendapatkan pekerjaan orang kaya, jadi menunggu selesai kerja baru baru mencairkan dana proyek.  Kedua, bisa juga terjadi karena kemungkinan ambil tiap termin takut potongan dari pengelola. Sehingga, rekanan mengambil satu kali agar potong sekali. “Tapi ini bukan terjadi di Kota Kupang, ini baru dugaan, tapi kalau terjadi maka dengan Paskah ini hentikan sudah,” katanya.

 
Romo Okto Naif dari Fakultas Filsafat Agama (FFA) Unwira dalam homili ibadah mengajak aparatur Pemkot yang hadir untuk mengisi sekali lagi bejana dengan beberapa refleksi.  Pertama, kata Romo Okto, tentang salib yang bentuknya tanda tambah, ada X yang merupakan huruf terakhir abjad Yunani yang berarti tahu.

 
Tanda silang Yesus disalib adalah refleksi sosial. Kenapa Yeus tidak bersalah, tapi dihukum. “Pilatus memilih ikut kolega politiknya untuk mempertahanan jabatan. Amanlah kursinya. Ia ikut hasutan rakyat, maka amanlah kursinya,” katanya. Yesus disalibkan dan wafat di atas salib merupakan refleksi perlawanan sengit terhadap kebenaran dan kebaikan.

 
Pancang di atas itu perlawanan sengit terhadap kebaikan dan kebenaran. Yesus disalibkan di antara dua penjahat. Menunjukkan bahwa orang baik yang berjuang untuk hal benar, pasti terjepit di antara yang jahat. Tetapi ia mengingatkan untuk tidak berhenti berbuat kebenaran. Dan, yang bergerak dalam kebaikan harus siap untuk tidak populer.

 
Ketiga, Yesus ada di atas salib merupakan sebuah manifestasi keberpihakan kepada orang-orang baik. Manusia terjerat dalam tiga dosa, dosa harta, dosa kuasa, dan dosa seks. “Kalau menurut logika, semua manusia harus disalibkan. Tapi tidak. Hanya yesus yang disalibkan menggantikan kita,” katanya.

 
Perayaan Paskah Oikumene dihadiri pula Wakil Wali Kota Herman Man, Sekot Bernadus Benu, para asisten, staf ahli, pimpinan dinas, badan, kantor, dan para pegawai serta undangan. Sejumlah paduan suara turut memeriahkan kegiatan. Wali Kota Jonas Salean juga berkesempatan membawakan satu lagu Indah Rencana Tuhan. (M-1)

Baca Juga :

Komentar Anda

avatar

wpDiscuz