Kamis, 26 April 2018 | 23:28
15

Anton Niron Dituntut Lima Tahun Penjara

TERDAKWA kasus korupsi proyek perpipaan di desa Soru, kecamatan Umbu Ratu Nggay, Kabupaten Sumba Tengah tahun 2012, Emanuel Antonius Perisi Niron alias Anton alias Anton Niron yang dalam proyek itu bertindak selaku tenaga teknisi ahli yang bertugas sebagai pelaksana pekerjaan pemasangan dituntut 5 tahun penjara.

 
Anton dituntut dengan Pasal 2 ayat 1 jo Pasal 18 UU Nomor 31 tahun 1999 diubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 jo Pasal 55 ayat 1 KUHPidana karena terbukti telah melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara.

 
Tuntutan itu dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Waikabubak Didit A Nugroho di hadaan majelis hakim yang diketuai Ida Bagus Dwiyantara, Jult Lumban M Gaol, dan Ansyori Syaifudin. Sidang tuntutan tersebut digelar di Pengadilan Tipikor Kupang, Selasa (14/4).

 
Sebagaimana dalam dakwaan, Anton dinyatakan telah terbukti melakukan tindakan korupsi pada proyek pemasangan perpipaan dengan pagu anggaran pemasangan sebesar Rp 818 juta.
Anton melakukan tindak pidana korupsi bersama Umbu Neka Pajaga, Direktur CV Namu Wali selaku penyedia barang dan jasa, dan Petrus KU Demu selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).

 

Modus operandinya adalah pada tanggal 20 Juni 2012, 14 Agustus 2012, dan 28 Desember 2012 ketiganya menandatangani beberapa kesepakatan untuk membagi jatah proyek di antara mereka.
Akibat perbuatan korupsi itu, berdasarkan perhitungan kekurangan volume pekerjaan dari ali Dinas Pekerjaan Umum, Pertambangan dan Energi Kabupaten Sumba Barat, dan laporan hasil investigasi dari tim ahli Politeknik Negeri Kupang, kerugian negara yang diakibatkan mencapai Rp 191,6 juta.

 
Salah seorang anggota tim kuasa hukum terdakwa, Freddy Djaha mengungkapkan, dakwaan maupun tuntutan dari JPU sama sekali tidak cocok diperuntukkan bagi Anton. Dakwaan dan tuntutan tersebut lebih baik ditujukan bagi kontraktor yang sudah membagi proyek tersebut.  Sedangkan terdakwa, hanyalah tim teknis atau dalam bahasa lain disebut sebagai tukang yang bertugas di lapangan.

 
Freddy mengungkapkan, semua persoalan tersebut akan dituangkan dalam pembelaan yang akan dibacakan dalam persidangan yang akan digelar Selasa (21/4) depan. Masyarakat Nimati Air
Anton Niron kepada VN mengungkapkan, dia sama sekali tidak pernah menyangka akan dituntut dengan hukuman penjara selama itu.

 

Padahal, dia dan para anggota tim pekerjanya sudah berjuang semaksimal mungkin agar air bisa dinikmati masyarakat, dan hal itu benar terjadi. Saat ini masyarakat di wilayah itu sudah menikmati air hasil usaha yang dibuat Anton dan anggota timnya dari Pokja ATMI Solo. (mg-03/R-2)

Baca Juga :

Komentar Anda

avatar

wpDiscuz