Jumat, 23 Februari 2018 | 02:34

Alih Fungsi bangunan, Pemkot Cabut Izin Usaha

Persoalan kemacetan di kompleks pertokoan yang diduga karena alih fungsi bangunan akan ditindak tegas Pemkot Kupang dengan mencabut izin usahanya.

 

Jonathan Gah

PEMERINTAH Kota (Pemkot) Kupang mengancam akan mencabut izin usaha toko di kompleks pertokoan Kuanino yang melanggar izin usaha dengan melakukan alih fungsi guna bangunan dari pertokoan menjadi pergudangan.

Penegasan itu disampaikan Jonas Salean menjawab VN usai berkantor di Kelurahan fatufeto, Kamis (31/3).
Dia mengatakan, izin usaha yang dikeluarkan kepada para pengusaha di lokasi tersebut adalah untuk aktivitas perdagangan bukan pergudangan. karena itu, jika ada pengusaha yang mengalihfungsikan izin usaha di lokasi tersebut, maka pemerintah sebagai pengatur kebijakan akan mencabut izin usaha mereka.
“Salah kalau di toko mereka jadikan gudang bahan bangunan. Jika menyalahi aturan usaha maka pemerintah akan mencabut izin usaha mereka,” tegas Jonas.
Terkait kemacetan yang sering terjadi di lokasi itu, ia mengatakan, jika kendaraan parkir berjam-jam jelas akan menyebabkan kemacetan. Apalagi, mobil besar yang parkir untuk bongkar muat bahan bangunan jelas tidak diperbolehkan karena akan menyebabkan kemacetan.
“Mobil besar yang parkir dan bongkar muat muatan di situ tidak diperbolehkan karena itu salah dan dapat menyebabkan macet. Kalau bongkar muatan hanya di gudang dan mobil besar dilarang masuk di situ,” tandas Jonas.
Winston Rondo, Ketua Komisi V DPRD NTT mengatakan, masalah kemacetan di Jalan Sudirman, Kuanino yang kini kian parah harus segera diselesaikan.
Menurutnya, Pemkot perlu membenahi dan mengevaluasi pertokoan di kompleks pertokoan Kuanino dan menatanya kembali supaya tidak menimbulkan persoalan. “Lokasi tersebut sudah sering macet dan mengganggu kenyamanan pengguna jalan,” katanya.
Lebih lanjut ia mengatakan, aktivitas bongkar muat dari toko bangunan di Jalan Sudirman menyebabkan kemacetan. Pertokoan tersebut sudah menjadi gudang bahan bangunan. “Kita dapat lihat dengan jelas semen banyak yang berada di depan toko bangunan. Sebenarnya dengan kehadiran toko bangunan itu yang membuat jalan tersebut kian macet,” ujar Winston.
Persoalan tersbeut, kata dia, harus menjadi perhatian serius pemerintah. Kota Kupang terus bertumbuh dan jika persoalan itu tak disikapi sejak awal, akan menjadi persoalan besar di masa mendatang.
Ketua BEM Undana Kupang Jordy A Njapalani mengatakan, Pemkot harus serius karena sudah jelas-jelas terjadi kemacetan di depan mata karena banyaknya mobil yang parkir berjam-jam menunggu muatan.
Jika tak ada tindakan serius dari Pemkot untuk menindak para pengusaha, katanya, menunjukkan bahwa Pemkot hanya berani pada rakyat kecil seperti kepada para PKL. Jika PKL berjualan di sempadan jalan langsung ditertibkan. Padahal tak menimbulkan kemacetan. Tetapi, aktivitas pengusaha yang nota bene besar yang menyebabkan persoalan kemacdetan tak ditindak serius.
Karena itu, instansi teknis terkait perlu menelusuri izin usaha para pengusaha di kompleks pertokoan Kuanino agar diketahui secara jelas, apakah mereka masih beraktivitas di lokasi tersebut sesuai izin yang diterbitkan atau tidak. “Kalau mereka sudah menyalahi aturan segera ditindak,” tegasnya.
Jordy mengatakan, karena toko bangunan yang ada di Kuanino bukan saja menyebabkan macet, tetapi debu semen yang beterbangan dapat pula menimbulkan penyakit. Masyarakat bisa terkena ISPA. (H-1)

Baca Juga :

Komentar Anda

avatar

wpDiscuz