Jumat, 27 April 2018 | 08:44
47

48 CTKI asal Sumba Tuntut Kejelasan Status

SATUAN Tugas (Satgas) Human Trafficking bersama Satuan Brimob Polda NTT melakukan tindakan preventif dengan membebaskan pengacara Manotona Laia yang ditahan 48 calon tenaga kerja Indonesia (CTKI) asal Sumba di PT Bagoes Bersaudara.

 
Pantauan VN Rabu (8/4), Tim Satgas bersama anggota Brimob melakukan pengamanan dan sterilisasi lokasi dan mengantisipasi agar para CTKI tidak melakukan tindakan anarkis. Usai bertemu Tim Satgas Human Trafficking, ke-48 CTKI tersebut kemudian dibawa ke Polda NTT untuk diamankan dan diberikan penjelasan mengenai status mereka.

 
Pengacara Manotona Laia mengatakan, dirinya ditahan para CTKI sejak pukul 16.00 Wita hingga pukul 18.30 Wita, dan dirinya langsung melaporkan kepada Polda NTT terkait tindakan para CTKI tersebut. “Para CTKI itu adalah klien saya, dan selain melakukan pendampingan hukum, saya juga mengurusi kebutuhan makan dan minum mereka. Bahkan saya pun memaklumi tindakan para CTKI yang menuntut kepastian,” jelasnya.

 
Dia menambahkan, para kliennya sudah jenuh karena telah lama menunggu, namun di sisi hukum, dirinya tidak mampu melakukan tindakan hukum, sehingga pihaknya terus berkoordinasi dengan Mapolda NTT serta Dinas Sosial NTT untuk mengurus kepulangan mereka.

 
Ketua Satgas Trafficking Polda NTT AKBP Cecep Ibrahim mengatakan, pihaknya akan tetap menindaklanjuti persoalan itu sebab para CTKI tersebut adalah korban. “Yang memiliki ijasah dan administrasinya lengkap maka akan dikoordinasikan untuk diberangkatkan, sementara yang tidak mampu baca dan tulis, tidak akan diberikan toleransi, dan akan dikembalikan ke Dinas Sosial untuk segera dipulangkan ke kampung halamannya masing-masing,” tegasnya.

 
Dia menilai persoalan itu sangat sensitif, sebab menyangkut persoalan perut dari sudut pandang kemanusiaan, namun persoalannya bahwa hal tersebut jika dipaksakan maka akan melanggar hukum. Sementara bagi Kepala Cabang PT Bagoes Bersaudara yang telah ditahan akan tetap dilanjutkan proses hukumnya, dan akan ditindak tegas.

 
Komandan Sat Brimob Polda NTT Kombes Pol Dadang Raharja mengatakan, dalam pengamanan kali ini pihaknya membawa sebanyak 10 personel sebagai tindakan preventif agar mencegah adanya tindakan anarkis . (tia/R-2)

Baca Juga :

Komentar Anda

avatar

wpDiscuz